Bira Island, Kepulauan Seribu

View from Bira's Harbour

China

Great Wall of China, so freaking amazing

Lembang, Bandung

Sunrise at lembang, seems like rainbow sky

Mt. Bromo, Pasuruan

Bromo's child mount

Mt. Bromo, Pasuruan

Sunrise at Bromo, so freaking cold there

GWK, Bali

Head of the Great Brahma

Saturday, 5 November 2016

Mengejar Blue Fire Ijen

Gunung Ijen, sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi. Di gunung ini terdapat kawah yang sangat terkenal, Kawah Ijen yang merupakan danau air sangat asam terbesar di dunia "the largest highly acidic lake in the world".

Kawah Ijen Yang Terkenal

Dari Bromo ke Arabica Homestay 
Menyambung postingan sebelumnya, kali ini perjalanan The Tensai berlanjut menuju ke Kawah Ijen dengan menginap di Arabica Homestay. Perjalanan dari Bromo menuju Arabica Homestay membutuhkan waktu sekitar 5,5 jam. Menurut The Tensai, Arabica Homestay adalah penginapan yang cocok untuk dipilih bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Ijen. Berlokasi di Desa Sempol, Bondowoso dan berjarak sekitar 13 km sebelum Pos Paltuding yang merupakan pintu pendakian ke Kawah Ijen.

Tiba di Arabica Homestay sekitar pukul 7 malam, ternyata banyak sekali wisatawan asing yang menginap disana. Kami pun segera beristirahat untuk mengembalikan tenaga karena pukul 2 pagi akan menuju ke Paltuding untuk naik ke atas mengejar Api Biru. Dalam perjalanan mendaki untuk melihat Blue Fire ini, hanya The Tensai dan ayah The Tensai yang berangkat, sementara ibunda The Tensai menunggu di Arabica Homestay karena takut tidak kuat naik.

Menuju Paltuding
Sekitar pukul setengah 2 pagi kami bangun dan bersiap-siap. Sesaat kemudian, kami berangkat ke Paltuding. Beruntung sekali, sewaktu kami hendak berangkat ada pula rombongan wisatawan asing yang menuju kesana sehingga kami dapat mengikuti mobil mereka, maklum saja....kami tidak tahu jalan dan hanya mengandalkan GPS. Waktu tempuh dari Arabica Homestay ke Paltuding antara 30 - 45 menit. 

Pendakian Dimulai 
Tiba di Paltuding, kami segera bersiap - siap untuk mendaki...jaket, sarung tangan, dan topi kupluk kami kenakan untuk mengurangi hawa dingin yang menusuk....tidak lupa kami membawa senter. Sekitar pukul 3 pagi kami mulai mendaki keatas...udara dingin dengan langit bertaburan bintang menemani kami selama pendakian ini, dan beberapa kali kami harus beristirahat sebelum melanjutkan mendaki. 

Tempat Beristirahat Sebelum Trek Akhir Menuju Puncak 
Sebelum trek final, ada kantin tempat beristirahat. Banyak sekali para pendaki yang beristirahat sebentar disana sebelum melanjutkan perjalanan. Singkat kata setelah beristirahat sebentar, kami melanjutkan perjalanan menuju ke kawah. 

Melihat Blue Fire Dari Dekat 
Mendekati puncak, ada beberapa orang yang menawarkan sewa masker. Untuk alasan kesehatan agar tidak banyak menghirup belerang dan sekaligus membantu ekonomi orang - orang tersebut, kami menyewa masker yang disewakan itu. Beberapa saat kemudian, kami tiba di Kawah. The Tensai memutuskan untuk turun ke kawah supaya bisa melihat Blue Fire dari dekat...awalnya ragu bisa sampai kebawah atau tidak karena sangat curam dan terjal penuh bebatuan, tetapi karena tekad sudah bulat untuk bisa menyaksikan fenomena Blue Fire dari dekat, akhirnya The Tensai turun ke bawah.

Setelah separuh jalan menuju Blue Fire, The Tensai menemukan spot yang cukup ok...batu besar yang agak rata sehingga bisa untuk menaruh kamera (The Tensai tidak membawa tripod). Langsung saja The Tensai memotret fenomena tersebut...harap maklum ya kalau hasil jepretannya kurang bagus, soalnya ini pertama kali The Tensai praktek memotret dalam kondisi gelap =)

Blue Fire Ijen

Setelah puas di spot tersebut, The Tensai melanjutkan perjalanan menuju ke bawah untuk bisa lebih dekat melihat Blue Fire. Dari dekat, kita dapat melihat semakin jelas kobaran dari Blue Fire tersebut...sungguh suatu fenomena yang menarik.

Kobaran Blue Fire Cukup Jelas Terlihat
Para Penikmat Blue Fire Dari Dekat
The Tensai berada di bawah sampai hari terang...sedikit demi sedikit, langit yang gelap berubah menjadi terang. Kalau kita perhatikan dengan seksama, sekitar pukul 6 pagi lebih sedikit Blue Fire masih bisa terlihat meskipun amat samar. Beberapa penambang belerang mulai berjalan keatas sambil memikul belerang yang telah ditambang, mereka juga menawarkan belerang tersebut kepada wisatawan. Ada juga belerang yang telah mereka ukir menjadi beberapa bentuk. The Tensai ikut membeli belerang tersebut untuk membantu mereka. Sungguh, mereka adalah orang - orang yang tangguh. 

Blue Fire (Perhatikan Gas di Tengah Area Batu Belerang Kuning) - Foto diambil Pukul 06.09 WIB
Kembali Keatas 
Sekarang waktunya untuk berjuang kembali keatas. Sungguh butuh perjuangan, naik keatas dengan batu - batu besar dan jalan yang terjal....The Tensai sendiri sempat salah jalan, untung segera sadar...mungkin akan berbahaya bila meneruskan atau memaksa melewati jalan tersebut karena sangat berpasir sehingga licin. The Tensai berbalik arah dan menuju ke jalan yang benar. Dalam perjalanan kembali keatas pun, The Tensai sempat berhenti beberapa kali untuk melepas lelah sambil menikmati indahnya Kawah Ijen....woww, another breathtaking moment....

View Kawah Ijen (Dalam Perjalanan Keatas Dari Bawah Kawah)
View Lain Dari Kawah Ijen (Dalam Perjalanan Keatas Dari Bawah Kawah)
Suasana Ijen di Pagi Hari Setelah Sunrise
Setelah tiba diatas, The Tensai kembali beristirahat sebentar sebelum melanjutkan turun ke Paltuding. Dari atas, kita dapat melihat pemandangan Ijen yang menakjubkan. Banyak wisatawan yang berfoto atau sekedar menikmati segarnya udara dan indahnya view yang tersaji di depan mata mereka 

Suasana Pagi Setelah Sunrise di Kawah Ijen
View yang Indah di Pagi Hari di Kawah Ijen

Pagi Hari di Kawah Ijen - Banyak Wisatawan yang Berkunjung
Back to Paltuding - Arabica Homestay - Menuju Baluran 
Puas menikmati keindahan ini, kami turun, kembali ke Pos Paltuding. Perjalanan turun terasa lebih susah daripada saat pendakian karena kita harus menahan berat badan pada tingkat kemiringan yang lumayan. Namun rasa lelah itu seakan sirna, terganti dengan kekaguman akan indahnya alam Ijen...pemandangan yang tidak terlihat ketika kami mendaki dalam gelap hanya diterangi oleh sorot senter yang terbatas.

Pemandangan yang Menakjubkan




Beberapa Rombongan Wisatawan yang Kembali ke Paltuding
View yang Menarik Menemani Perjalanan
Embun yang Menempel Pada Tanaman di Dekat Pos Paltuding

Setibanya di Paltuding, kami langsung menuju parkiran dan kembali ke Arabica Homestay untuk sarapan dan beristirahat sebentar kemudian melanjutkan perjalanan menuju Taman Nasional Baluran. Sebelum menuju Baluran, kami memutuskan untuk mengunjungi Kawah Wurung yang terletak kurang lebih 17 km dari Arabica Homestay.

Kawah ini merupakan suatu kawasan dengan savana, fauna, dan vegetasi tanaman dataran tinggi. Menuju Kawah Wurung, beberapa jalan yang kami lalui masih jelek seperti medan off road. Jalan yang kami tempuh melewati kebun kopi. Cukup unik juga di kanan kiri kita bisa melihat tanaman kopi.

Ketika hampir tiba disana, jalan sepertinya menyempit sehingga kami memutuskan untuk langsung ke Baluran saja karena waktu yang kami miliki terbatas dan toh di Baluran kami juga bisa melihat savana. Jadi kami hanya melihat savana Kawah Wurung dari jauh, karena di sekitar jalan yang menyempit tersebut, sudah terlihat bukit-bukit hijau dan savana. Memang terlihat indah dan anggun...mungkin next time The Tensai akan mengunjungi Kawah Wurung ini, semoga dengan Geng Travelzmania.

see u next post =)....The Tensai akan sharing perjalanan berikutnya.....Taman Nasional Baluran

Wednesday, 2 November 2016

Terbuai di Tanah Para Dewa

Bromo....siapa yang belum pernah mendengarnya ?
Gunung berapi aktif yang sudah banyak dikenal orang, berada pada ketinggian 2.329 mdpl. Gunung ini berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Pada libur lebaran kemarin tanggal 3 juli, The Tensai kembali mengunjungi tempat ini...masih jelas dalam ingatan The Tensai ketika dulu masih kecil datang ke tempat ini, menaiki tanggga ke puncak kawah...

Ada banyak area yang menarik untuk di explore apabila berkunjung ke Bromo, sebut saja Pasir Berbisik, Bukit Teletubbies, Kawah Bromo, Segara Wedi dengan Pura Luhur Poten yang berdiri diatasnya...ada pula area untuk melihat sunrise, misalnya Penanjakan dan Bukit Mentigen...masing-masing area memiliki keindahan tersendiri.

Hal yang menarik dan cukup berbeda dari kawasan Bromo ini adalah pengunjung dapat menyewa mobil untuk mengexplore berbagai area tersebut...mengendarai mobil diatas lautan pasir dengan pemandangan yang mengagumkan akan memberikan sensasi tersendiri. Biasanya sewa mobil sudah meliputi beberapa area. The Tensai sendiri sekaligus mengambil paket penginapan, karena keesokan harinya akan menuju ke tempat lain, yaitu Kawah Ijen yang terkenal dengan Blue Fire nya.

View Lautan Pasir di Pagi Hari

Menjelajah Lautan Pasir Menuju Ranu Pani
Berangkat sekitar pukul 3.30 pagi dari Surabaya, kami tiba di penginapan sekitar pukul 7.30 dan beristirahat sebentar. Beberapa saat kemudian, tour guide kami dan kakaknya datang menjemput untuk memulai penjelajahan ini. Tujuan pertama kami adalah Coban Pelangi, air terjun yang katanya terdapat pelangi di sekitarnya. Tidak banyak yang bisa The Tensai ceritakan, karena saat The Tensai tiba disana, cuaca agak mendung dan pelangi yang dinantikan tidak nampak T_T.

Coban Pelangi (close up)


Dari Coban Pelangi ini kami melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pani, sebuah danau yang berada di desa terakhir sebelum Gunung Semeru, Desa Ranu Pani. Ranu Pani ini merupakan salah satu titik awal bagi para pendaki yang ingin mendaki ke Gunung Semeru.

Ranu Pani


Menurut tour guide kami, dahulu Ranu Pani ini cukup indah dan telah berubah dibandingkan saat beliau datang ke sana pada waktu dulu. Namun tetap saja ada beberapa objek yang menarik, seperti kawanan domba yang merumput di pinggir danau.

Kawanan Domba yang Sedang Merumput


Kami hanya menghabiskan sedikit waktu disini kemudian bergegas menuju lokasi-lokasi berikutnya untuk mengexplore kawasan Bromo sambil kembali ke Desa Cemoro Lawang tempat kami menginap. Kami pun kembali melalui jalan yang tadi kami lewati. Sepanjang jalan, wisatawan akan disuguhkan pesona alam yang indah...bahkan beberapa wisatawan berhenti di pinggir jalan untuk memotret pemandangan tersebut.

View Dalam Perjalanan ke Ranu Pani






Bukit Teletubbies Bromo
Lokasi pertama yang kami tuju dalam perjalanan kembali ke penginapan adalah Bukit Teletubbies, dinamakan demikian karena sepintas mirip dengan bukit yang ada pada tayangan teletubbies. Disini kita dapat menikmati indahnya bukit sambil naik kuda, duduk-duduk di warung bakso, atau mengeskplore daerah tersebut dengan berjalan kaki. The Tensai memilih untuk mengeksplore bukit tersebut dengan berjalan kaki sembari memotret-motret.

Bukit Teletubbies Bromo
Di dekat tempat parkir kendaraan, kita akan disapa dengan papan kawasan Taman Nasional. Tidak jauh dari sana ada penjual bakso apabila pengunjung lapar atau hanya ingin ngemil. Di warung bakso itu kita bisa duduk - duduk bersantai sambil menikmati pemandangan, melihat kuda - kuda yang sedang merumput dan jokinya yang sedang beristirahat. Sedikit agak jauh dari warung bakso tersebut ada sebuah papan yang menarik, mengajak kita untuk bijak terhadap lingkungan.

Papan Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru


A Reminder to Us
The Tensai sendiri baru mengunjungi warung bakso itu setelah cukup puas mengeksplore Bukit Teletubbies.

Bukit Teletubbies Bromo ini sangat cocok untuk melepaskan kepenatan. Udara yang sejuk segar dengan hembusan angin yang semilir ini sangat cocok bagi pecinta alam seperti The Tensai. Sejauh mata memandang nampak lekukan - lekukan bukit yang menarik.

Area Bukit yang Bergelombang di Bukit Teletubbies Bromo



Tidak lama mengeksplore, The Tensai melihat bunga - bunga kecil yang menarik dengan beberapa serangga yang mengerumuninya. Berjalan sedikit lagi, The Tensai melihat belalang yang besar dengan warna yang menarik.

Bunga Liar dan Serangga yang Mengerumuninya

Belalang Besar yang Cantik @Bukit Teletubbies TNBTS

Mungkin next time The Tensai akan mengunjungi bukit teletubbies ini dari pagi hari supaya lebih puas, menghabiskan waktu berjam - jam di sini pasti sangat menyenangkan =). 

The Tensai di Bukit Teletubbies Bromo - perjalanan kembali menuju ke warung bakso

Pasir Berbisik
Melanjutkan perjalanan dari Bukit Teletubbies, kami tiba di lokasi selanjutnya...Pasir Berbisik. Dalam perjalanan kesana, kembali alam menyuguhkan pemandangan yang sangat indah. Kalau tidak salah ingat, menurut guide kami pada musim tertentu pasir yang terbawa angin dan saling bergesekan dapat menimbulkan bunyi, karena itu di area tersebut dinamakan Pasir Berbisik.

View Dalam Perjalanan Menuju Pasir Berbisik


Mobil yang Melintasi Alam Bromo
Savana yang Menguning Dalam Perjalanan Menuju Pasir Berbisik

Keheningan lautan pasir ditambah udara yang sejuk seakan-akan membawa kita ke alam lain yang penuh ketenangan. Angin yang berhembus membawa kabut dan kadang sedikit pasir menambah "magic" yang ada. Itulah sedikit gambaran Pasir Berbisik.

Pasir Berbisik Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)

Gunung yang Terlihat dari Area Pasir Berbisik

Tebalnya Lapisan Pasir yang Cukup Keras @Pasir Berbisik
Sore Hari di Segoro Wedi 
Dari lokasi Pasir Berbisik ini kami melanjutkan perjalanan menuju penginapan untuk beristirahat sebentar. Sore harinya kami kembali ke Segoro Wedi (Lautan Pasir), kebetulan saat itu kami menggunakan mobil jenis Jeep sehingga memungkinkan untuk turun ke Segoro Wedi.

The Tensai in Action a.k.a Ngeksis

Sekali lagi, keheningan, kesejukan dan keindahan alam memberikan "magic"....cahaya matahari yang semakin hilang namun masih terasa terang dari posisi kami berada di Segoro Wedi menambah "magic" yang ada....salah satu breathtaking moment dalam perjalanan kali ini....I wish I could stop the time....

A Magical View from A Very Small Hill @Segoro Wedi

Another Magical View

Istirahat
Waktunya istirahat....dari Segoro Wedi, kami kembali ke penginapan untuk beristirahat dan makan malam. Oh ya, sebelum kembali ke penginapan The Tensai kembali memotret area pegunungan yang terlihat indah.

Siluet Pegunungan di Sore Hari

Kami harus segera beristirahat karena dini hari nanti harus bangun dan bersiap-siap pukul 02.00 pagi. Pukul 03.00 pagi kurang kami sudah dijemput untuk menuju ke Penanjakan untuk melihat sunrise.

A Sky Full of Stars
Setibanya di Penanjakan, ternyata sudah ada cukup banyak orang. Sebelum tiba di view point untuk melihat sunrise, kita akan melewati kedai - kedai yang menjual makanan dan minuman. Banyak sekali wisatawan yang mampir dahulu di kedai - kedai tersebut, menikmati camilan dan teh hangat atau kopi hangat...wajar saja, udara di area ini cukup dingin. The Tensai pribadi langsung menuju view point tanpa mampir dulu di kedai - kedai tersebut dan memilih spot yang masih kosong di dekat pagar pembatas view point tersebut. Untung saja bisa mendapatkan spot tersebut, beberapa saat kemudian pengunjung semakin banyak. Banyak juga wisatawan asing yang mengunjungi Bromo.

Para Turis Menyaksikan Sunrise Dari View Point Penanjakan

Megahnya Gunung Bromo dan kawan - kawannya, beralaskan hamparan kabut putih dan beratapkan bintang - bintang kembali memberikan breathtaking moment....sungguh sangat indah. Tidak henti - hentinya The Tensai menarik nafas panjang untuk menikmati udara yang segar disana...menghembuskannya kembali sambil menyaksikan lautan bintang. The Tensai spontan teringat lagu dari Coldplay....A Sky Full of Stars.

A Sky Full of Stars @Bromo - Foto Diambil Dalam Perjalanan Menuju View Point

Setelah cukup lama menikmati momen tersebut, langit pun berangsur - angsur menjadi terang. Sungguh sangat menenangkan hati dan pikiran, menikmati lautan bintang dan indahnya Gunung Bromo sampai dengan berubahnya langit menjadi terang.... 

Langit Mulai Terang

Indahnya Bromo di Pagi Hari
Menuju Kawah Bromo
Lokasi yang dituju selanjutnya setelah melihat sunrise adalah Kawah Bromo. Turun dari Penanjakan, kami langsung menuju ke area parkir Kawah Bromo yang di dekatnya ada kedai...kami segera sarapan disana. Seporsi mie goreng dengan telur mata sapi dan teh hangat terasa sangat nikmat, cocok sekali dengan udara dingin disana. Untuk menuju ke Kawah Bromo, kita dapat berjalan kaki atau menyewa kuda, The Tensai sendiri memilih naik kuda....biaya menggunakan kuda untuk pulang pergi sebesar Rp. 150.000,-.

Sebelum kita tiba di anak tangga menuju ke atas untuk melihat kawah, kita akan melewati Pura Luhur Poten. Pura Luhur Poten ini adalah tempat beribadah bagi masyarakat Tengger yang beragama Hindu, menjadi tempat pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang dipuja oleh umat Hindu.

Pura Luhur Poten Berselimut Kabut Tebal


Setibanya di anak tangga pertama, pikiran The Tensai tertuju pada masa kecil saat berkali - kali harus berhenti sebelum tiba diatas untuk melihat Kawah Bromo. The Tensai bertekad, kali ini harus bisa tanpa berhenti menuju ke atas...tetapi apa daya T_T....kali ini pun The Tensai harus berhenti 2 atau 3 kali sebelum tiba di atas....wkwkkwwk....

Tangga Kawah Bromo - Foto Ini Hanya Sebagian dari Anak Tangga Keseluruhan
Setelah berjuang melewati tangga tersebut, akhirnya The Tensai tiba di atas dan bisa menyaksikan Kawah Bromo yang tiap beberapa saat bergemuruh. 

Kawah Bromo

Para Turis Menyaksikan Kawah Bromo

Back to Penginapan, Lanjut Menuju Ijen
Setelah puas melihat Kawah Bromo, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. Dalam perjalan turun, pemandangan yang menakjubkan kembali menghentikan langkah The Tensai. Mengabadikannya dalam sebuah jepretan, itulah yang The Tensai lakukan...dalam hati The Tensai berujar, kagum dengan indahnya alam...The Tensai disadarkan bahwa alam jauh lebih besar dari manusia...

Nature is Bigger Than Us @Bromo

Nature is So Much Bigger Than Us @Bromo
Setelah beberapa saat menikmati view menakjubkan tersebut...kami kembali ke area parkir dan dari sana melanjutkan ke penginapan untuk packing dan beristirahat sebentar. Beberapa saat kemudian kami melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya yaitu Gunung Ijen.


well, sekian perjalanan kali ini.....see you next post =)

Sunday, 19 June 2016

Menjejak Nirwana Jogja

Jogja, salah satu daerah yang sudah sangat dikenal di Indonesia bahkan mancanegara sebagai tujuan wisata. Berbagai julukan pun tercipta untuk kota ini...Kota Seniman, Kota Pelajar, Kota Gudeg, dan beberapa sebutan lain. Memang tidak berlebihan nampaknya bila kota ini menjadi sangat terkenal...dan melalui tulisan ini, The Tensai akan mencoba menceritakan sedikit "magic" dari daerah ini...dari perjalanan singkat The Tensai Menjejak Nirwana Jogja .... here we go ...

Day 1 [28 mei 2016]
Jumat malam sekitar pukul 12, The Tensai dan rombongan berangkat dari Surabaya menuju Jogja. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 7,5 jam. Sekitar pukul 7 pagi kami tiba di Prambanan dan makan pagi disana. Bagi para travelers yang mengunjungi Prambanan di pagi hari seperti kami, jangan khawatir dengan sarapan, karena sudah ada penjual yang menawarkan makanan. Kami segera memesan makanan dan duduk di tikar yang sudah disediakan penjual makanan di sekitar parkiran Prambanan. Jam 7.30 setelah pintu masuk Prambanan dibuka, kami mulai menuju kesana. Harga tiket masuk untuk pengunjung lokal adalah 30.000 rupiah.

Prambanan yang merupakan salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO atau UNESCO world heritage sempat terkena gempa tahun 2006 silam, gempa tersebut berdampak cukup signifikan pada candi ini dan usaha rehabilitasi pun dilakukan.

Usaha Rehabilitasi Prambanan - Travelzmania
Untuk menuju area candi, dari papan usaha rehabilitasi tadi, kita perlu berjalan lagi sedikit. Bagi travelers yang menggemari fotografi sebelum sampai di dalam area Candi Prambanan sepertinya akan berhenti sebentar untuk mengambil foto dari kejauhan seperti yang dilakukan The Tensai...hahahaha..

Candi Prambanan (sebelum masuk ke area dalam candi) - Travelzmania

Setelah mengambil beberapa foto, The Tensai melanjutkan menuju ke area didalam Candi Prambanan. Ternyata area dalam Candi Prambanan terdiri dari beberapa ruangan - ruangan kecil yang meninggi.

Area di dalam Candi Prambanan - Travelzmania

Setelah beberapa lama berkeliling area dalam candi, The Tensai mencoba untuk mengambil foto ke arah masuk, dan ternyata jumlah pengunjung sudah sangat meningkat dibandingkan pada waktu The Tensai n famz tiba tadi.

Pengunjung Candi Prambanan yang terus berdatangan - Travelzmania

Sebelum keluar dari Prambanan menuju tujuan berikutnya, The Tensai tidak lupa pula untuk eksis di kamera =). Oh ya, untuk menuju kembali ke area parkir kita harus berjalan cukup jauh mengitari area Candi Prambanan dan tentunya hal tersebut menawarkan view lain yang indah untuk di capture...

Candi Prambanan - Travelzmania

Adapula versi lain yang The Tensai ubah menjadi hitam putih untuk ditampilkan di 500px. Nah buat sobat - sobat Travelzmania yang belum pada tahu, The Tensai hobi fotografi...klo mau iseng cek aja ya hasil jepretan or pengarahan dari The Tensai di 500px.com/lisinhuan...selain The Tensai, geng Travelzmania yang doyan fotografi adalah Koank, dan Xian...tetapi sepertinya mereka tidak terlalu aktif di 500px, sepertinya perlu di paksa-paksa nih untuk mau aktif di 500px....ahahhaha.

Keluar dari Prambanan, The Tensai n famz menuju Bandara Adi Sucipto untuk menjemput kakak (cece) The Tensai, dari sana menuju Hotel Kusuma yang berlokasi di Condong Catur, Sleman. Hotel ini pelayanannya bagus, recommended. Setelah check in dan beristirahat sebentar, kami menuju ke Kalibiru.

Kami tiba di Kalibiru sekitar pukul setengah 5 sore. Ternyata Kalibiru memang bagus, disini pengunjung dapat berjalan diatas jembatan gantung, bermain flying fox, berfoto dipohon, atau hanya sekedar meng-explore dan melihat-lihat keindahan alam sambil bersantai. Kalau The Tensai tidak salah ingat berdasarkan penuturan dari petugas disana, di Kalibiru ini ada 3 spot untuk foto hunting, dan ada 5 area gardu/pos pandang. The Tensai sendiri meng-explore semua spot foto.

Keindahan Wisata Alam Kalibiru - Travelzmania


Di pinggir jalan sekitar area spot foto kedua , kita dapat menemukan pondok-pondok dengan penjual makanan dan minuman di didalamnya. Hunting foto sunset di Kalibiru, The Tensai memutuskan untuk menuju ke spot ketiga. Hummm....sayangnya cuaca agak kurang bersahabat, agak mendung menjelang sunset.

Mendung di Kalibiru  - Travelzmania

Di sekitar spot foto ketiga ada taman bermain kecil. Ada ayunan dan beberapa permainan kalau tidak salah ingat. Memandangi alam yang indah dari spot foto ketiga ini sangat menenangkan hati dan pikiran, apalagi sedang sepi saat The Tensai tiba disana.

Ayunan di Kalibiru - Travelzmania

Dari spot foto ketiga, The Tensai menuju kembali ke atas ke spot foto pertama untuk bergabung dengan keluarga The Tensai. Dari sana kami menuju parkiran dan pulang dari Kalibiru.

The Tensai n famz @Kalibiru - Travelzmania
Oh ya, sedikit tips bagi sobat - sobat Travelzmania yang ingin mengunjungi Kalibiru. Untuk dapat merasakan sensasi berfoto dipohon dan lain sebagainya, sebaiknya datang sebelum pukul 4 sore, karena sekitar pukul tersebut sudah tidak menerima tambahan antrian lagi. Bahkan mungkin sebaiknya mengatur waktu yang sesuai dengan iten sobat-sobat Travelzmania untuk menginap di Kalibiru karena di Kalibiru ini disediakan penginapan.

Pulang dari Kalibiru, kami makan malam di Jogja Paradise. Sebuah taman makan yang cukup ramai dikunjungi, tempatnya enak dan banyak pilihan, recommended. Dari sana kami melanjutkan melihat Malioboro -yang seperti biasa, sangat ramai penuh dengan orang- menggunakan mobil sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.

Day 2 [29 mei 2016]
Pagi ini setelah pergi ke gereja dan sarapan di hotel, kami menuju ke Hutan Pinus Mangunan yang berada tidak jauh dari Kebun Buah Mangunan. Ketika kami tiba disana kalau tidak salah sekitar pukul 10, ternyata sudah banyak sekali pengunjung. Hummm...bagi The Tensai, Hutan Pinus Mangunan ini sebenarnya bagus dan memberikan nuansa berbeda, namun pada saat itu pengunjung sangat banyak sehingga kurang ok untuk spot fotografi alam. Mungkin bagi penggemar fotografi ada baiknya datang ke tempat ini jauh lebih pagi ketika masih sepi.

Hutan Pinus Mangunan - Travelzmania

Perjalanan berlanjut ke Kebun Buah Mangunan. Oh ya, bagi para travelers dan sobat - sobat travelzmania yang ingin menuju ke Hutan Pinus Mangunan dapat mengikuti petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan terlebih dahulu. Nanti ketika hampir tiba di Kebun Buah Mangunan, akan ada jalan bercabang dua...satu menuju Hutan Pinus dan satu lagi Kebun Buah, namun papan petunjuknya cukup jelas.

Setibanya di Kebun Buah Mangunan, pengunjung bisa memilih untuk parkir diatas atau dibawah. Apabila parkir dibawah, pengunjung dapat trekking untuk menuju ke atas. Menurut The Tensai, sebaiknya mengunjungi Kebun Buah Mangunan pada pagi hari sekaligus berburu sunrise sehingga kita bisa mendapat view kabut yang indah. Nah, berhubung The Tensai tiba disana siang hari sekitar pukul 11, maka view ini yang didapat...tidak ada kabut

Kebun Buah Mangunan - Travelzmania

Naik keatas sedikit dari area tempat melihat pemandangan ini, ada spot berfoto dengan burung hantu yang dijalankan oleh beberapa orang dengan pembayaran yang sukarela...menarik bukan =)

Si Johny - Travelzmania
Temannya Johny - Travelzmania
Setelah puas berfoto dengan burung hantu tersebut kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Indrayanti sekaligus makan siang disana, sebelumnya kami juga mampir sebentar di Goa Maria Tritis yang searah dengan Pantai Indrayanti. Setibanya di Pantai Indrayanti kami langsung menuju ke salah satu resto dan memesan makanan untuk mengisi perut. Sembari menunggu makanan datang, The Tensai meng-explore sendiri pantai ini...

Di ujung kanan dan kiri pantai ini ada bukit untuk melihat view dari atas dan untuk naik kesana kita harus membayar. The Tensai sendiri sempat berjalan sampai ke ujung satunya yang jauh dari resto tempat kami makan karena penasaran.

Pantai Indrayanti - Travelzmania

Tepat ketika The Tensai kembali ke resto, beberapa saat kemudian makanan mulai berdatangan...segera saja kami makan siang. Setelah mengisi perut, kami semua naik ke bukit yang dekat dengan resto tempat kami makan siang dan melihat-lihat sebentar view pantai dari bukit tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, yaitu Embung Nglanggeran.

View Pantai Indrayanti dari salah satu bukit disana - Travelzmania

Untuk tujuan awal, setelah Pantai Indrayanti sebenarnya kami mau menuju Pantai Jogan...jadi rutenya adalah Pantai Indrayanti - Pantai Jogan - Embung Nglanggeran... akan tetapi karena waktu yang sudah mepet, dari Pantai Indrayanti kami langsung menuju ke Embung Nglanggeran.

Perjalanan dari Pantai Indrayanti ke Embung Nglanggeran membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Saran The Tensai sebaiknya sobat - sobat travelzmania menggunakan GPS untuk menuju kesana, karena ketika hampir tiba di tempat tersebut, petunjuk jalan yang jelas sepertinya tidak ada (mungkin juga The Tensai miss melihat petunjuk jalan)...jadi sebaiknya menggunakan GPS.

Area parkir di tempat ini sangat luas. Pemandangan di area parkir pun ternyata indah, batu - batu raksasa yang megah dan menjulang tinggi akan memanjakan mata pengunjung.

View di area parkir Embung Nglanggeran - Travelzmania

View dari sekitar embung juga sangat indah. Pengunjung dapat menuju ke embung dengan menaiki anak tangga yang cukup tinggi. Begitu tiba disana pengunjung akan dimanjakan dengan indahnya view yang ada...ketenangan embung dengan background alamnya akan memberikan sensasi tersendiri.

View dari sekitar Embung Nglanggeran - Travelzmania

View sawah dengan Gunung Batu yang megah @Embung Nglanggeran - Travelzmania
Dari Embung Nglanggeran ini, kami melanjutkan perjalanan menuju ke hotel untuk beristirahat. Bagi sobat - sobat travelzmania yang ingin menikmati gemerlap cahaya kota Jogja di malam hari dapat mampir ke Bukit Bintang Patuk sebelum menuju ke Jogja.

Day 3 [30 mei 2016]
Singkat saja, hari ketiga ini tempat yang dituju adalah Keraton Jogja dan sekitarnya. Kita dapat menggunakan becak motor yang akan mengantar kita ke 4 lokasi, yaitu toko penjual bakpia, toko penjual kaos dagadu, tempat abdi dalem Keraton Jogja yang menjual berbagai lukisan, dan yang terakhir adalah Keraton Jogja tersebut. Setelah berkeliling Keraton Jogja, kami melanjutkan perjalanan ke daerah Prawirotaman untuk makan siang di Warung Heru yang terkenal dengan menu Mangut Lele dan Rawon. Dari Warung Heru ini, cece The Tensai diantar ke Grand Quality Hotel karena dia harus mengikuti semacam konferensi dan masih stay beberapa hari di Jogja...The Tensai diantar ke Bandara karena harus ke Samarinda untuk urusan pekerjaan...ortu dan tante The Tensai kembali ke Surabaya.

Impression
Humm.....bagi The Tensai perjalanan ini memberikan nyawa/semangat baru bagi The Tensai untuk lebih sering melakukan perjalanan - perjalanan ke tempat - tempat baru yang belum pernah dikunjungi...karena dengan bepergian bersama teman/sahabat/keluarga, akan tercipta memori - memori...terutama ditengah segala macam kesibukan yang ada...bagi The Tensai....traveling = kebutuhan, dan memori = priceless...

Untuk Jogja sendiri sudah mendapatkan ruang khusus dalam hati The Tensai...keramahan penduduknya, kenikmatan kulinernya, berbagai tempat wisatanya.....layak untuk di kunjungi......layak untuk sekali lagi merasakan indah, unik, serta nikmatnya Menjejak Nirwana Jogja...