Bira Island, Kepulauan Seribu

View from Bira's Harbour

China

Great Wall of China, so freaking amazing

Lembang, Bandung

Sunrise at lembang, seems like rainbow sky

Mt. Bromo, Pasuruan

Bromo's child mount

Mt. Bromo, Pasuruan

Sunrise at Bromo, so freaking cold there

GWK, Bali

Head of the Great Brahma

Sunday, 19 June 2016

Menjejak Nirwana Jogja

Jogja, salah satu daerah yang sudah sangat dikenal di Indonesia bahkan mancanegara sebagai tujuan wisata. Berbagai julukan pun tercipta untuk kota ini...Kota Seniman, Kota Pelajar, Kota Gudeg, dan beberapa sebutan lain. Memang tidak berlebihan nampaknya bila kota ini menjadi sangat terkenal...dan melalui tulisan ini, The Tensai akan mencoba menceritakan sedikit "magic" dari daerah ini...dari perjalanan singkat The Tensai Menjejak Nirwana Jogja .... here we go ...

Day 1 [28 mei 2016]
Jumat malam sekitar pukul 12, The Tensai dan rombongan berangkat dari Surabaya menuju Jogja. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 7,5 jam. Sekitar pukul 7 pagi kami tiba di Prambanan dan makan pagi disana. Bagi para travelers yang mengunjungi Prambanan di pagi hari seperti kami, jangan khawatir dengan sarapan, karena sudah ada penjual yang menawarkan makanan. Kami segera memesan makanan dan duduk di tikar yang sudah disediakan penjual makanan di sekitar parkiran Prambanan. Jam 7.30 setelah pintu masuk Prambanan dibuka, kami mulai menuju kesana. Harga tiket masuk untuk pengunjung lokal adalah 30.000 rupiah.

Prambanan yang merupakan salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO atau UNESCO world heritage sempat terkena gempa tahun 2006 silam, gempa tersebut berdampak cukup signifikan pada candi ini dan usaha rehabilitasi pun dilakukan.

Usaha Rehabilitasi Prambanan - Travelzmania
Untuk menuju area candi, dari papan usaha rehabilitasi tadi, kita perlu berjalan lagi sedikit. Bagi travelers yang menggemari fotografi sebelum sampai di dalam area Candi Prambanan sepertinya akan berhenti sebentar untuk mengambil foto dari kejauhan seperti yang dilakukan The Tensai...hahahaha..

Candi Prambanan (sebelum masuk ke area dalam candi) - Travelzmania

Setelah mengambil beberapa foto, The Tensai melanjutkan menuju ke area didalam Candi Prambanan. Ternyata area dalam Candi Prambanan terdiri dari beberapa ruangan - ruangan kecil yang meninggi.

Area di dalam Candi Prambanan - Travelzmania

Setelah beberapa lama berkeliling area dalam candi, The Tensai mencoba untuk mengambil foto ke arah masuk, dan ternyata jumlah pengunjung sudah sangat meningkat dibandingkan pada waktu The Tensai n famz tiba tadi.

Pengunjung Candi Prambanan yang terus berdatangan - Travelzmania

Sebelum keluar dari Prambanan menuju tujuan berikutnya, The Tensai tidak lupa pula untuk eksis di kamera =). Oh ya, untuk menuju kembali ke area parkir kita harus berjalan cukup jauh mengitari area Candi Prambanan dan tentunya hal tersebut menawarkan view lain yang indah untuk di capture...

Candi Prambanan - Travelzmania

Adapula versi lain yang The Tensai ubah menjadi hitam putih untuk ditampilkan di 500px. Nah buat sobat - sobat Travelzmania yang belum pada tahu, The Tensai hobi fotografi...klo mau iseng cek aja ya hasil jepretan or pengarahan dari The Tensai di 500px.com/lisinhuan...selain The Tensai, geng Travelzmania yang doyan fotografi adalah Koank, dan Xian...tetapi sepertinya mereka tidak terlalu aktif di 500px, sepertinya perlu di paksa-paksa nih untuk mau aktif di 500px....ahahhaha.

Keluar dari Prambanan, The Tensai n famz menuju Bandara Adi Sucipto untuk menjemput kakak (cece) The Tensai, dari sana menuju Hotel Kusuma yang berlokasi di Condong Catur, Sleman. Hotel ini pelayanannya bagus, recommended. Setelah check in dan beristirahat sebentar, kami menuju ke Kalibiru.

Kami tiba di Kalibiru sekitar pukul setengah 5 sore. Ternyata Kalibiru memang bagus, disini pengunjung dapat berjalan diatas jembatan gantung, bermain flying fox, berfoto dipohon, atau hanya sekedar meng-explore dan melihat-lihat keindahan alam sambil bersantai. Kalau The Tensai tidak salah ingat berdasarkan penuturan dari petugas disana, di Kalibiru ini ada 3 spot untuk foto hunting, dan ada 5 area gardu/pos pandang. The Tensai sendiri meng-explore semua spot foto.

Keindahan Wisata Alam Kalibiru - Travelzmania


Di pinggir jalan sekitar area spot foto kedua , kita dapat menemukan pondok-pondok dengan penjual makanan dan minuman di didalamnya. Hunting foto sunset di Kalibiru, The Tensai memutuskan untuk menuju ke spot ketiga. Hummm....sayangnya cuaca agak kurang bersahabat, agak mendung menjelang sunset.

Mendung di Kalibiru  - Travelzmania

Di sekitar spot foto ketiga ada taman bermain kecil. Ada ayunan dan beberapa permainan kalau tidak salah ingat. Memandangi alam yang indah dari spot foto ketiga ini sangat menenangkan hati dan pikiran, apalagi sedang sepi saat The Tensai tiba disana.

Ayunan di Kalibiru - Travelzmania

Dari spot foto ketiga, The Tensai menuju kembali ke atas ke spot foto pertama untuk bergabung dengan keluarga The Tensai. Dari sana kami menuju parkiran dan pulang dari Kalibiru.

The Tensai n famz @Kalibiru - Travelzmania
Oh ya, sedikit tips bagi sobat - sobat Travelzmania yang ingin mengunjungi Kalibiru. Untuk dapat merasakan sensasi berfoto dipohon dan lain sebagainya, sebaiknya datang sebelum pukul 4 sore, karena sekitar pukul tersebut sudah tidak menerima tambahan antrian lagi. Bahkan mungkin sebaiknya mengatur waktu yang sesuai dengan iten sobat-sobat Travelzmania untuk menginap di Kalibiru karena di Kalibiru ini disediakan penginapan.

Pulang dari Kalibiru, kami makan malam di Jogja Paradise. Sebuah taman makan yang cukup ramai dikunjungi, tempatnya enak dan banyak pilihan, recommended. Dari sana kami melanjutkan melihat Malioboro -yang seperti biasa, sangat ramai penuh dengan orang- menggunakan mobil sebelum kembali ke hotel untuk beristirahat.

Day 2 [29 mei 2016]
Pagi ini setelah pergi ke gereja dan sarapan di hotel, kami menuju ke Hutan Pinus Mangunan yang berada tidak jauh dari Kebun Buah Mangunan. Ketika kami tiba disana kalau tidak salah sekitar pukul 10, ternyata sudah banyak sekali pengunjung. Hummm...bagi The Tensai, Hutan Pinus Mangunan ini sebenarnya bagus dan memberikan nuansa berbeda, namun pada saat itu pengunjung sangat banyak sehingga kurang ok untuk spot fotografi alam. Mungkin bagi penggemar fotografi ada baiknya datang ke tempat ini jauh lebih pagi ketika masih sepi.

Hutan Pinus Mangunan - Travelzmania

Perjalanan berlanjut ke Kebun Buah Mangunan. Oh ya, bagi para travelers dan sobat - sobat travelzmania yang ingin menuju ke Hutan Pinus Mangunan dapat mengikuti petunjuk arah ke Kebun Buah Mangunan terlebih dahulu. Nanti ketika hampir tiba di Kebun Buah Mangunan, akan ada jalan bercabang dua...satu menuju Hutan Pinus dan satu lagi Kebun Buah, namun papan petunjuknya cukup jelas.

Setibanya di Kebun Buah Mangunan, pengunjung bisa memilih untuk parkir diatas atau dibawah. Apabila parkir dibawah, pengunjung dapat trekking untuk menuju ke atas. Menurut The Tensai, sebaiknya mengunjungi Kebun Buah Mangunan pada pagi hari sekaligus berburu sunrise sehingga kita bisa mendapat view kabut yang indah. Nah, berhubung The Tensai tiba disana siang hari sekitar pukul 11, maka view ini yang didapat...tidak ada kabut

Kebun Buah Mangunan - Travelzmania

Naik keatas sedikit dari area tempat melihat pemandangan ini, ada spot berfoto dengan burung hantu yang dijalankan oleh beberapa orang dengan pembayaran yang sukarela...menarik bukan =)

Si Johny - Travelzmania
Temannya Johny - Travelzmania
Setelah puas berfoto dengan burung hantu tersebut kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Indrayanti sekaligus makan siang disana, sebelumnya kami juga mampir sebentar di Goa Maria Tritis yang searah dengan Pantai Indrayanti. Setibanya di Pantai Indrayanti kami langsung menuju ke salah satu resto dan memesan makanan untuk mengisi perut. Sembari menunggu makanan datang, The Tensai meng-explore sendiri pantai ini...

Di ujung kanan dan kiri pantai ini ada bukit untuk melihat view dari atas dan untuk naik kesana kita harus membayar. The Tensai sendiri sempat berjalan sampai ke ujung satunya yang jauh dari resto tempat kami makan karena penasaran.

Pantai Indrayanti - Travelzmania

Tepat ketika The Tensai kembali ke resto, beberapa saat kemudian makanan mulai berdatangan...segera saja kami makan siang. Setelah mengisi perut, kami semua naik ke bukit yang dekat dengan resto tempat kami makan siang dan melihat-lihat sebentar view pantai dari bukit tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya, yaitu Embung Nglanggeran.

View Pantai Indrayanti dari salah satu bukit disana - Travelzmania

Untuk tujuan awal, setelah Pantai Indrayanti sebenarnya kami mau menuju Pantai Jogan...jadi rutenya adalah Pantai Indrayanti - Pantai Jogan - Embung Nglanggeran... akan tetapi karena waktu yang sudah mepet, dari Pantai Indrayanti kami langsung menuju ke Embung Nglanggeran.

Perjalanan dari Pantai Indrayanti ke Embung Nglanggeran membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Saran The Tensai sebaiknya sobat - sobat travelzmania menggunakan GPS untuk menuju kesana, karena ketika hampir tiba di tempat tersebut, petunjuk jalan yang jelas sepertinya tidak ada (mungkin juga The Tensai miss melihat petunjuk jalan)...jadi sebaiknya menggunakan GPS.

Area parkir di tempat ini sangat luas. Pemandangan di area parkir pun ternyata indah, batu - batu raksasa yang megah dan menjulang tinggi akan memanjakan mata pengunjung.

View di area parkir Embung Nglanggeran - Travelzmania

View dari sekitar embung juga sangat indah. Pengunjung dapat menuju ke embung dengan menaiki anak tangga yang cukup tinggi. Begitu tiba disana pengunjung akan dimanjakan dengan indahnya view yang ada...ketenangan embung dengan background alamnya akan memberikan sensasi tersendiri.

View dari sekitar Embung Nglanggeran - Travelzmania

View sawah dengan Gunung Batu yang megah @Embung Nglanggeran - Travelzmania
Dari Embung Nglanggeran ini, kami melanjutkan perjalanan menuju ke hotel untuk beristirahat. Bagi sobat - sobat travelzmania yang ingin menikmati gemerlap cahaya kota Jogja di malam hari dapat mampir ke Bukit Bintang Patuk sebelum menuju ke Jogja.

Day 3 [30 mei 2016]
Singkat saja, hari ketiga ini tempat yang dituju adalah Keraton Jogja dan sekitarnya. Kita dapat menggunakan becak motor yang akan mengantar kita ke 4 lokasi, yaitu toko penjual bakpia, toko penjual kaos dagadu, tempat abdi dalem Keraton Jogja yang menjual berbagai lukisan, dan yang terakhir adalah Keraton Jogja tersebut. Setelah berkeliling Keraton Jogja, kami melanjutkan perjalanan ke daerah Prawirotaman untuk makan siang di Warung Heru yang terkenal dengan menu Mangut Lele dan Rawon. Dari Warung Heru ini, cece The Tensai diantar ke Grand Quality Hotel karena dia harus mengikuti semacam konferensi dan masih stay beberapa hari di Jogja...The Tensai diantar ke Bandara karena harus ke Samarinda untuk urusan pekerjaan...ortu dan tante The Tensai kembali ke Surabaya.

Impression
Humm.....bagi The Tensai perjalanan ini memberikan nyawa/semangat baru bagi The Tensai untuk lebih sering melakukan perjalanan - perjalanan ke tempat - tempat baru yang belum pernah dikunjungi...karena dengan bepergian bersama teman/sahabat/keluarga, akan tercipta memori - memori...terutama ditengah segala macam kesibukan yang ada...bagi The Tensai....traveling = kebutuhan, dan memori = priceless...

Untuk Jogja sendiri sudah mendapatkan ruang khusus dalam hati The Tensai...keramahan penduduknya, kenikmatan kulinernya, berbagai tempat wisatanya.....layak untuk di kunjungi......layak untuk sekali lagi merasakan indah, unik, serta nikmatnya Menjejak Nirwana Jogja...

Monday, 18 January 2016

Perjalanan Singkat Liburan Kemarin

Hi guys, libur Natal dan Tahun Baru kali ini The Tensai tidak banyak melakukan perjalanan...maklum lagi bokek, ada yang mau jadi sponsor ngga ?? hehehehe.......
Kesempatan liburan kali ini The tensai manfaatkan untuk melepas rindu pada Bakwan Mentawai =). Jadilah akhirnya pada 26 Desember 2015, The Tensai and Fam pergi ke Batu....

Batu 
Kami berangkat menuju Batu pagi hari sekitar pukul 7. Dalam perjalanan ke sana, kami mampir dulu ke Pandaan untuk membeli sate babi karena nenek The Tensai sedang ngidam sate babi....hahaaha. Dari Pandaan, kami melanjutkan menuju ke Bakwan Mentawai di Batu. Ternyata jalanan sangat padat dan banyak sekali titik macet sehingga kami baru tiba di Bakwan Mentawai sekitar pukul 11.45. Setibanya disana segera kami memesan makanan dan menikmatinya. Menu The Tensai sendiri adalah 5 biji bakwan, 2 gorengan panjang, 2 bakwan goreng, 2 gorengan kembang, dan 2 usus goreng....mumpung disana jadi sekalian dipuas-puaskan..hahaha.

Bakwan Mentawai

Dari sana kami melanjutkan menuju ke Gunung Banyak untuk melihat area paralayang dan Omah Kayu. Setelah cukup lama mencari-cari dan sempat nyasar, akhirnya kami menemukan jalan menuju kesana. Ternyata pengunjung sudah banyak ketika kami tiba disana, dan berdasarkan pemberitahuan dari tukang parkir disana, untuk melanjutkan keatas harus menggunakan ojek...10rb kalau tidak salah untuk ke area paralayang, tetapi akhirnya kami tidak jadi melanjutkan ke area paralayang karena kasihan mama dan nenek The Tensai menunggu di mobil.

Akhirnya kami menuju ke tempat lain, yaitu Waduk Selorejo. Di depan Waduk ini, pengunjung dapat menikmati suasana waduk sambil menikmati berbagai makanan yang dapat dibeli di resto-resto disana. Biasanya waduk ini penuh dengan air, akan tetapi ketika kami mengunjunginya saat itu beberapa area di waduk ini sedang kering. Namun justru karena itu, maka kami mendapatkan view yang berbeda dari biasanya...view seperti padang rumput lah yang kami dapatkan dibagian yang kering...we are lucky =)

Waduk Selorejo - View Kering

Perahu - Perahu di Waduk Selorejo

Waduk Selorejo dengan Background Pegunungan

Setelah melihat-lihat waduk ini kami memutuskan untuk kembali ke Surabaya. Dalam perjalanan kembali ke Surabaya, kami mampir dulu ke Pasar Wisata Dewi Sri untuk melihat - lihat siapa tahu ada sayur dan buah yang menarik untuk dibeli.

Pasar Wisata Dewi Sri

Pasar Wisata Dewi Sri yang cukup ramai di kunjungi

Other Trip
Nah, pada hari pertama Januari 2016, The Tensai dan Genk Travelzmania melakukan perjalanan ke Gresik, estimasinya adalah untuk melihat Bukit Kapur dan Mushroom Hill, kemudian apabila sempat maka melanjutkan melihat Pantai Delegan.

Pagi hari kami menuju ke Gresik, dan setelah cukup lama kami tiba di tempat pertama....Bukit Kapur....tetapi saat kami tiba disana, ternyata pintunya tertutup. Xian pun turun dari mobil untuk mencari informasi pada orang-orang sekitar. Ternyata berdasarkan informasi dari mereka, tempat tersebut adalah pertambangan dan tidak boleh dimasuki oleh umum...entahlah, mungkin ada hari-hari tertentu dimana umum diijinkan untuk masuk.

karena tempat tersebut dekat dengan Pantai Delegan, maka kami memutuskan untuk langsung melanjutkan ke pantai tersebut. Akan tetapi, pantai tersebut sangat ramai dikunjungi sehingga perjalanan kesana ditempuh dengan kemacetan yang luar biasa, dan akhirnya kami hanya lewat di tempat itu karena sudah sangat penuh dengan orang ketika kami tiba disana.

Akhirnya karena hari sudah menjelang sore, kami memutuskan untuk kembali saja ke Surabaya dan mengunjungi Klenteng Sanggar Agung. Setibanya disana, kami langsung mengeksplorasi tempat tersebut....berfoto di halaman belakang Klenteng Sanggar Agung, pergi ke Patung Dewa Empat Wajah, dan pergi ke Pagoda Tian Ti.

Patung Dewi Kwan Im - Klenteng Sanggar Agung

Halaman Belakang Klenteng Sanggar Agung

Patung Dewa 4 Wajah
Pagoda Tian Ti
That's it.....demikianlah jalan - jalan The Tensai pada liburan Natal dan Tahun Baru kali ini....singkat, jelas, padat.....berbeda sekali dengan postingan - postingan The Tensai yang lain....ahahahaha.....

Monday, 14 December 2015

Travelzmania Goes To Tulungagung

Tulungagung, sebuah daerah di Jawa Timur yang dapat ditempuh kurang lebih 3,5 jam dari Surabaya (kalau tidak macet). Tulungagung ini adalah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahannya berada di Kecamatan Tulungagung. Daerah ini terkenal sebagai salah satu penghasil marmer di Indonesia.

Nah, libur lebaran kemarin...tepatnya 17 - 20 Juli 2015, The Tensai dan teman-teman Travelzmania traveling di daerah ini sekaligus menemani salah seorang teman untuk mengunjungi keluarganya di sana. Banyak tempat wisata di daerah Tulungagung, sebut saja Pantai Sine, Pantai Sanggar, Pantai Molang, Pantai Popoh, Air Terjun Lawean, dll...termasuk yang akhir-akhir ini cukup viral di media sosial, yaitu Kedung Tumpang. Mayoritas tempat-tempat wisata ini berada cukup jauh dari tengah kota, tetapi dalam perjalanan menuju kesana, kita akan dapat menyaksikan hijaunya sawah dengan background gunung yang indah.

Ketika kami tiba di Tulungagung, jalanan masih sangat sepi. Geng Travelzmania berangkat sekitar pukul 3 pagi dari Surabaya dan tiba di Tulungagung sekitar pukul 7 pagi. Setibanya disana, kami langsung menuju hotel. Sementara yang lain sedang beristirahat, The Tensai dan KoanK yang tidak bisa tidur memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar hotel dan mencari makanan karena lapar...jadilah wiskul pertama di Tulungagung =).

Day 1
Berbekal info yang diperoleh dari pengurus hotel, The Tensai dan KoanK mulai berkeliling sambil mencari Nasi Lodho yang merupakan kuliner khas Tulungagung. Setelah cukup lama berkeliling, akhirnya kami menemukan nasi lodho tersebut, antrian yang cukup banyak semakin membuat The Tensai penasaran.....dan ternyata rasanya benar-benar nikmat, sama sekali tidak mengecewakan =).
 
Nasi Lodho

Siang harinya, Geng Travelzmania menuju ke pantai pasir putih, jarak yang harus ditempuh untuk menuju ke tempat ini cukup jauh, dalam perjalanan kesana kita dapat melihat view yang cukup menarik misalnya hamparan sawah yang menghijau dengan background gunung yang indah (entah gunung apa, yang pasti sangat indah). Setelah sekitar 2 jam (kalau ga salah ingat) akhirnya kami tiba disana. Cuaca mendung sekali ketika kami tiba disana...

Mendung di Pantai Pasir Putih



Pantai Pasir Putih Tulungagung - laut yang tenang dan cuaca yang sedang mendung
Tanpa buang waktu, kami segera bermain-main dipantai tersebut. Cuaca yang mendung menjadikan area pantai saat itu cukup sejuk, enak buat berjalan-jalan. Sambil berkeliling di bibir pantai dan menikmati suasana tersebut, The Tensai berpikir...kenapa ya disebut Pantai Pasir Putih ?? sementara warna pasir dipantai tersebut coklat.
 
Hamparan Pasir di Pantai Pasir Putih


Disana ada warung kecil penjual seafood...setelah lelah berkeliling, kami gantian menikmati ikan bakar dan degan....salah satu jenis ikannya rasanya benar-benar enak, entah ikan apa itu karena The Tensai tidak ikut memilih, yang pasti rasa dagingnya sangat nikmat. 

Ikan Bakar  - Enak....seriusss !!!
Sehabis makan, The Tensai kembali berjalan-jalan menyusuri bibir pantai...kali ini menuju ke sebuah gugusan batu yang cukup indah dipandang yang berada agak jauh disebelah kiri dari depan warung ikan bakar tersebut.....view yang cukup menarik.

Pantai Pasir Putih Tulungagung - view yang menarik
Sepulangnya dari pantai ini, kami kembali ke hotel untuk beristirahat sebentar dan malam harinya kami menuju ke salah satu daerah kuliner, kalau tidak salah namanya Pasar Sore. Lokasi tempat ini cukup dekat dengan stasiun kereta api. Setibanya disana kami segera berkeliling melihat-lihat dan memesan makanan. Sebelum pulang,  kami memesan lontong tahu untuk dimakan di hotel...lontong tahu nya enak lohh =).

Lontong Tahu
Day 2
Mencoba kuliner yang cukup terkenal di suatu daerah tentu mengasyikan. Nah, pagi ini The Tensai, KoanK, dan Xian menuju ke depot Sop Ayam Bu Sumirah yang cukup terkenal. Ketika tiba disana, ternyata sudah cukup ramai. The Tensai yang penasaran segera memesan seporsi Sop Ayam, sementara KoanK dan Xian berbagi seporsi. Rasanya cukup nikmat, dan menurut The Tensai rasanya mirip dengan soto ayam, hanya saja kuahnya bening. Puas kuliner, kami segera kembali ke hotel dan beristirahat sebentar.

Siang harinya kami menuju ke Pantai Sine. Lokasi pantai ini pun cukup jauh, sekitar 2 jam lebih kalau tidak salah dari pusat kota. Dipantai ini area parkir cukup luas dan ada pagar yang membatasi area parkir dengan pantai.

Geng Travelzmania - Pantai Sine
Xian In Action
Menurut The Tensai, pantai ini lebih bagus dan lebih tertata rapi dibanding pantai pasir putih....tetapi yang disayangkan adalah sampah-sampah yang berserakan disekitar area parkir....c'mon guyss !!! jaga kebersihan tempat wisata !!!

Sampah di Sekitar Area Parkir
Tidak jauh dari tempat parkir, kita akan menemukan beberapa anak tangga untuk menuju ke bibir pantai. Sementara teman-teman yang lain sibuk berfoto-foto, The Tensai segera menuju kesana dan mulai mengexplore pantai sine.

Pantai Sine Tulungagung

The Tensai Sedang Asik Memotret
Dari pengamatan The Tensai di sepanjang jalan mengexplore pantai sine ini, area laut seakan-akan terbagi jadi dua daerah, didepan area parkir dan sekitarnya tidak ada perahu yang bersandar...sementara bila kita meneruskan berjalan cukup jauh dari area parkir, kita akan menjumpai puluhan perahu yang bersandar.

Suasana Pantai Sine
Perahu - Perahu yang Sedang Berlabuh

Pulang dari Pantai Sine, sebelum melanjutkan perjalanan untuk kembali ke hotel, kami mampir dulu di warung soto pinggir jalan....view di samping warung soto itu bagus, hamparan sawah yang menghijau menyejukkan mata...

Sawah yang Menghijau

Indahnya Hamparan Sawah - Tulungagung, Indonesia
Setibanya di hotel, kami segera beristirahat karena sudah lelah. Malam harinya diisi dengan bermain Uno untuk menghabiskan waktu. 

Uno Time



Day 3
Di hari ketiga ini, tempat yang kami tuju adalah Alun Alun Kota Tulungagung. Tempat ini cukup ramai saat sore hari karena memang cocok untuk menghabiskan waktu. Disini terdapat monumen yang megah dan indah.

Monumen di Alun Alun Kota Tulungagung

Alun Alun Kota Tulungagung
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan disini, misalnya bagi anak-anak kecil dapat bermain di sekitar area panjat pohon, bagi orang dewasa ada area refleksi berupa susunan batu-batu untuk dijalani, kita juga dapat menghabiskan waktu untuk hanya sekedar duduk-duduk sambil menikmati suasana.

Geng Travelzmania @Alun Alun Kota Tulungagung
Let's Have Fun Together - Alun Alun Kota Tulungagung

Naik Tali - Alun Alun Kota Tulungagung
Oh iya.....dihari ketiga ini, The Tensai mencoba kuliner baru =), versi lain dari nasi lodho pada umumnya. Lodho bakar kalau tidak salah namanya, tastenya benar-benar berbeda dengan nasi lodho pada umumnya dan ada kuahnya terpisah dalam mangkok...untuk rasanya sih ENAKKKKKKK =).

Lodho Bakar


Day 4
Pagi ini kami semua sibuk packing, yupppp....ini adalah hari terakhir kami di Tulungagung. Ada satu tempat terakhir yang akan kami tuju sekaligus makan siang disana, Tiga Dapoer Batavia Resto. Desain dan interior resto ini cukup unik, sangat cocok untuk bernarsis-narsis ria dan menghabiskan waktu untuk ngobrol dan bersantai, apalagi resto ini memiliki halaman yang cukup luas.

Halaman Batavia Resto - Tulungagung
Patung yang Unik - Batavia Resto Tulungagung
Somehow....suasana tempo dulu seperti berbaur dengan era modern, paling tidak itu yang dirasakan The Tensai. Di lantai 1, mata pengunjung akan dimanjakan dengan dekorasi yang unik pada dinding-dinding resto ini. Foto-foto dan gambar dari berbagai artis tempo dulu memenuhi salah satu sudut dinding, sedangkan di dinding lainnya foto-foto dari bangunan lama dan susunan piring-piring antik yang membentuk sebuah ornamen menghiasi dinding tersebut.

Foto - Foto Artis Tempo Dulu - Batavia Resto Tulungagung
Foto - Foto Bangunan Lama dan Piring - Piring Antik - Batavia Resto Tulungagung

Bila kita naik ke lantai 2, kesan dari bangunan lama sangat terasa. Perabotan yang menghiasi balkon lantai 2 ini pun terasa cocok dengan kondisi sekitarnya, liat saja cermin antik beserta gantungan-gantungan untuk menaruh topi jaman dahulu yang mampu membuat Xian tergoda untuk memakainya....hahahha.....

Desain Seperti Bangunan Lama - Batavia Resto Tulungagung

Meneer Xian

Singkat cerita sambil menunggu makanan yang kami pesan tiba, kami memuaskan keingingan kami untuk berfoto-foto di resto ini. 

Foto - Foto Dulu Biar Exisssss
Oh ya, di dekat meja kasir ada patung yang menarik.....ini dia...

Statue @Batavia Resto Tulungagung
Setelah menunggu beberapa saat, pesanan kami pun tiba. Untuk taste masakan di resto ini cukup enak, hanya saja The Tensai lupa apa saja yang dipesan, yang pasti semuanya enak. Setelah mengisi perut, kami melanjutkan perjalanan kembali ke kota kami yang tercinta....Surabaya.

Impression
Bagi The Tensai, pengalaman kali ini sangat menarik karena ini pertama kalinya bagi The Tensai berwisata di Tulungagung. Untuk Tulungagung sendiri menarik untuk dikunjungi, banyak tempat wisata yang ada disini dan kulinernya lezat, terutama nasi lodho.