Bira Island, Kepulauan Seribu

View from Bira's Harbour

China

Great Wall of China, so freaking amazing

Lembang, Bandung

Sunrise at lembang, seems like rainbow sky

Mt. Bromo, Pasuruan

Bromo's child mount

Mt. Bromo, Pasuruan

Sunrise at Bromo, so freaking cold there

GWK, Bali

Head of the Great Brahma

Monday, 14 April 2014

3 Days of Little Escape

Intermezzo
Hi sobat, kali ini perjalanan The Tensai menuju ke daerah Sukabumi. Tepatnya menginap di Pangrango Resort, Selabintana. Liburan kali ini free =) via acara outing kantor dengan judul Call Of Duty...heheheh, paling doyan klo ada yang free kaya begini =). Selama 3 hari tepatnya 29 sampai 31 Maret 2014 saya berada di Sukabumi, sejenak melupakan hiruk pikuk kota dan pekerjaan. This is my 3 days of little escape =).....check it out...

The Journey Start
Perjalanan di mulai dengan menuju ke area meeting point di Wisma Keiai. Waktu saat itu menunjukkan sekitar 4.45 pagi hari ketika saya (The Tensai) berangkat menuju meeting point. Sesaat setelah tiba di meeting point, segera saya memasuki bus dan memulai perjalanan. Lama perjalanan kali ini sekitar 6 jam dikarenakan kondisi jalan yang padat dan sangat macet karena ada banyak jembatan yang sedang diperbaiki.

Perjalanan yang cukup menyita waktu dan melelahkan ini akhirnya berakhir sekitar pukul 12.30...hehehhe, freeeeeedommmmmm =). Setibanya di Pangrango Resort, makan siang sudah disiapkan dan menanti untuk dimakan...woowww, hehehe...i love foodz. Oh ya, sebelumnya saya disuguhi welcome drink yang menarik. Segelas kecil kelapa dicampur dengan susu, sungguh menyegarkan.

Day 1 (Siamese Soccer & Paintball - Group Performance - Dinner)
Setelah menyantap makan siang dan beristirahat sejenak, acara dilanjutkan dengan permainan Siamese Soccer dan Paintball. Kebetulan pada giliran ini, saya mendapat kesempatan untuk bermain Siamese Soccer terlebih dahulu. Nah, apa itu Siamese Soccer ? intinya adalah permainan sepak bola yang dilakukan dengan mengikatkan 2 kaki para peserta, bahkan saya pernah baca di internet (lupa situsnya) ada juga yang sampai 3 orang kakinya diikat jadi satu...(buat ngelatih kerjasama nih permainan). Setahu saya juga bisa menggunakan sarung atau diikat aja di paha dan pergelangan kaki.

Siamese Soccer
Cukup seru juga kegiatan ini...apalagi ketika saya bermain, hujan deras turun mengguyur sehingga tanah menjadi becek dan licin, bahkan sepatu saya sempat jadi korban. (masukin foto)...

Sol bawah sepatu lepas @_@
Berhubung saya berhasil memenangkan pertandingan dan lolos ke semifinal, di babak semifinal ini saya memutuskan untuk nyeker. Ternyata jauh lebih susah karena tanah ternyata sangat licin dan lawan saya di babak semifinal ini lumayan ganas...hehehhe. Beberapa kali saya hampir terpeleset dan sempat jatuh-jatuh juga, dan akhirnya ketika peluit tanda waktu telah habis berbunyi, score adalah 1-0 untuk kemenangan si ganas (a.k.a tim musuh)...gagal deh ke final...but it's fun =)...

Paintball
Permainan berikutnya adalah paintball, sayangnya waktu sudah terlalu sore, cenderung mendekati malam malah...langit pun sudah agak gelap sehingga saya dan beberapa teman saya tidak sempat bermain paintball..groaarrrrrrr..grooaarr. Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk foto-foto menggunakan seragam army paintball...biar paling ngga ada memori and bisa eksis....wakkakakak.

Ngeksis dulu =)
Group Performance - Dinner - Sleep
Usai berfoto, saya segera menuju kamar untuk istirahat sebentar dan bersih-bersih. Sekitar pukul 7 malam saya bergegas menuju ruang makan untuk menikmati sisa hari yang ada..makan malam dan melihat performance dari masing-masing group, tentunya juga sambil mempersiapkan group performance sendiri. Setelah selesai semua kegiatan tersebut, ritual penting pun (read : tidurrrr) dilakukan.

Day 2 (Arung Jeram - Off Road - BBQ)
Pagi ini saya bangun sekitar pukul 5 pagi. Segera saya bersiap-siap untuk kegiatan hari ini yaitu arung jeram dan off road. Sekitar pukul 8 pagi klo ga salah ingat, saya menuju ke sungai Citatih setelah sebelumnya sarapan terlebih dahulu. Perjalan menuju ke sungai Citatih tidak terlalu lama dari Pangrango Resort, kurang lebih hanya 1 - 1,5 jam perjalanan apalagi mobil-mobil yang membawa saya dan teman-teman di kawal oleh voorijder yang boleh dibilang sangar...bawa motornya sakti...wkwkwkkw. 

Arung Jeram
Setibanya di area arung jeram, saya menikmati snack yang sudah disediakan ditemani oleh teh panas...nikmat rasanya. Setelah pembagian kelompok dan sedikit briefing, akhirnya saat yang saya nantikan pun tiba, turun ke bawah menuju sungai untuk memulai arung jeram. Untuk kegiatan arung jeram ini akan saya bahas di postingan tersendiri ya sobat, soalnya sampe tulisan ini saya buat, masih nunggu kiriman foto-foto kegiatan arung jeramnya..hehehe....sementara ini saya sharing foto-foto seadanya dulu =)

Sungai Citatih - tempat arung jeram
Beberapa tim yang bersiap menghadapi salah satu jeram
Foto salah satu tim
Singkatnya setelah melalui 20 jeram akhirnya titik finish pun terlihat. Seru juga kegiatan arung jeram ini =). Tidak jauh dari titik finish, makan siang sudah disiapkan. Segera setelah membersihkan diri, saya menikmati makan siang sambil beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju area off road.

Off Road 
Sore harinya saya tiba di area off road Cijeruk. Perjalanan off road dimulai dengan memasuki jalan kecil yang menuju ke area kebun teh. Yup, yang menjadi area off road ini sebenarnya adalah kebun teh yang cukup luas. Sambil menikmati off road, sesekali kami berhenti menunggu teman-teman di kendaraan lain yang masih berada di belakang kami. Kesempatan ini saya manfaatkan untuk mengambil foto-foto di lokasi sambil menikmati sejuknya area kebun teh yang asri.

Sejuknya kebun teh di area off road
Pengalaman yang cukup mengasyikan adalah ketika mobil yang membawa saya rasanya hampir terguling, sudah miring sekitar 45 derajat mungkin ya...hehehhe. 

Sesaat setelah pengalaman seru tersebut - berhenti sebentar sambil menunggu mobil-mobil di belakang
Selain itu ada juga insiden yang tidak kalah seru, yaitu ketika salah satu mobil di depan tersangkut pada semacam selokan yang cukup dalam pada waktu berbelok.

Ban depan terangkat keatas karena dalamnya lubang
Mobil yang stuck dicoba diposisikan kembali - tapi gagal
Karena insiden ini, mobil-mobil yang lain pun berhenti dan para drivernya bekerjasama untuk mengeluarkan mobil tersebut.

Para driver yang sedang bekerjasama

Back to Pangrango Resort - Dinner - BBQ
Setelah mendapatkan sedikit pengalaman off road, kami kembali menuju hotel untuk beristirahat. Sebelum menuju kamar, saya menyempatkan diri untuk berfoto dengan driver yang membawa saya =)

Pak driver dan anaknya =)
Acara berlanjut dengan makan malam dan bersantai, ada juga BBQ. Cukup enak juga BBQ nya, mulai dari ayam, ikan, udang, sampai sate dan sayuran ada semua. Singkat kata, dihari kedua ini makan saya cukup menggila...lupakan sejenak diet....mari santap makanan yang ada, nikmati hidup =)...hehehheh

Menuju akhir acara di hari kedua, suasana santai berubah menjadi keseruan yang luar biasa. Group Band yang diundang nampaknya mampu membawa suasana hidup, memang suaranya keren sih...vokalis cowok dan ceweknya keren banget suaranya. Hampir 90% peserta ikut menuju panggung dan menyanyi bersama didepan panggung serta berlompat-lompatan, terutama saat band tamu ini menghentakkan panggung dengan lagu It's My Life dari Bon Jovi...saya pun juga tidak ketinggalan untuk ikut menggila bersama yang lain, seru juga bernyanyi teriak-teriak dan berlompat-lompatan, hitung-hitung sekaligus membakar kalori setelah tadi sudah menggila menyantap berbagai makanan...hehhehe. It's nice...it seems that for a brief period, we really live in that moment (bener ga ya bahasa inggrisnya ?? hehhe)

Sebelum lagu It's My life dinyanyikan - Saat lagu It's My Life dinyanyikan bahkan jauh lebih ramai

Day 3 (Makan siang di bogor - balik ke jakarta)

Hari ini adalah hari saya kembali ke jakarta. Bangun pukul 5 pagi, saya segera  mandi dan sarapan sambil berkeliling penginapan sebentar. 

Sarapan pagi ini - Mie, Semur Daging, dan Orange Juice
Sekitar pukul 8 pagi, saya menuju ke bus dan perjalanan pun dimulai. Sebelum tiba di Jakarta, saya dan rombongan mampir dulu di Resto Gili Gili Bogor untuk makan siang, makanan disini enak juga lohh =)...hehehhe. Akhirnya sampailah saya di Jakarta sekitar pukul setengah 3 siang.

Yah, dengan demikian my "3 days of little escape" berakhir...

Note : untuk cerita arung jeram akan saya selesaikan pada postingan tersendiri begitu saya sudah mendapatkan foto-fotonya =)....

Don't forget to check out travelzmania guys =)

Friday, 21 February 2014

Another One Day in Singapore

Intermezzo
Singapore, sebuah negara kecil yang sering menjadi tujuan wisatawan...Di tanggal 15 Febuari 2014 kemarin, The Tensai kembali mengunjungi negara ini. Sebuah kunjungan singkat untuk keperluan kerja dan sekaligus sedikit refreshing.

The Journey Start
Pagi hari sekitar pukul 4.00, The Tensai bergegas bangun dan bersiap-siap untuk menuju Terminal 3 Soekarno-Hatta menggunakan Air Asia. Sekitar pukul 5.00 pagi, perjalanan ke bandara pun dimulai. Singkat kata, setelah tiba di bandara dan mengurus segala sesuatunya, perjalanan menuju Singapore di mulai. Pesawat berangkat sekitar pukul 7.30 (waktu Indonesia) dan tiba di Singapore sekitar pukul 9.30 (waktu Indonesia)

Takashimaya, ION Orchard, Paragon, Isetan
Perjalanan ini dimulai dengan mengunjungi Takashimaya untuk menyelesaikan urusan kerja sekaligus mencari beberapa barang titipan. Nah, untuk mencari barang - barang titipan ini, hampir setiap tempat di Orchard Road di kunjungi mulai dari Takashimaya, ION Orchard, Paragon, Isetan....itu baru titipan pertama....hahahah.

Kwan Im Thong Hood Cho Temple
Perjalanan berlanjut menuju Waterloo untuk mencari jamur dan kacang almond di sekitar Kuil Kwan Im. Kuil Kwan Im di Waterloo ini sangat sering dikunjungi oleh masyarakat dan wisatawan, baik untuk sekedar berfoto, maupun untuk berdoa. Setelah berhasil mendapatkan jamur dan kacang almond, The Tensai segera mengisi perut karena energi sudah terkuras berkeliling dari pagi hari....hahahahah. Di dekat Kuil ini ada semacam pujasera, tempat inilah yang menjadi pilihan The Tensai untuk mengisi energi.

Kuil Kwan Im di Waterloo
Sebenarnya tidak jauh dari tempat ini ada stall/kios durian yang cukup terkenal, tepatnya di Bugis Street. Bagi pecinta kuliner dan jajanan pasar juga akan menarik untuk mengunjungi Bugis ini. Namun dikarenakan oleh waktu yang terbatas, maka The Tensai memilih untuk melanjutkan perjalanan kali ini menuju Gardens by the Bay.

Gardens by the Bay
Waktu menunjukan sekitar pukul 15.00 kurang (waktu Singapore) ketika akhirnya The Tensai tiba di Gardens by the Bay. Hanya sebentar saja waktu yang di habiskan disini karena jadwal padat, dan harus kembali ke Takashimaya untuk menyelesaikan kembali urusan pekerjaan. Singkat kata, begitu tiba disini, The Tensai langsung berkeliling sebentar dan mengambil beberapa foto untuk di sharing dengan sobat-sobat
travelzmania =), tidak sempat untuk masuk ke Cloud Forest dan Flower Dome.

Sore hari di Gardens by the Bay
Salah satu view Gardens by the Bay - sebelum melewati Cloud Forest dan Flower Dome
Gardens by the Bay



Dari Gardens by the Bay, perjalanan dilanjutkan ke Marina Bay Sands dengan berjalan kaki. Lumayan, sambil menikmati suasana sore hari di Gardens. View yang cukup indah dengan background Singapore Flyer bisa kita dapatkan di Gardens by the Bay ini.

Background Singapore Flyer di Gardens by the Bay

Nah sebelum tiba di Marina, kita akan melalui sebuah jembatan pendek  yang bisa menjadi spot untuk berfoto karena lumayan bagus =).

The Tensai with Nice View =)

Marina Bay Sands
Kali ini tidak banyak sih yang dilakukan disini, The Tensai hanya beristirahat sebentar dan mengambil foto diluar area perbelanjaan.

Diluar area perbelanjaan - dari sini, kita dapat melanjutkan menuju Helix Bridge






Setelah puas beristirahat dan menikmati suasana yang nyaman ini, The Tensai menuju foodcourt. Akan tetapi karena terlalu ramai akhirnya di putuskan langsung kembali ke Takashimaya dan beristirahat sebentar di Takashimaya sebelum menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.

The Departure (Back to Jakarta)
Sekitar pukul 19.00 (waktu Singapore) The Tensai tiba di Changi Airport. Kondisi disana cukup ramai, banyak yang mengantri di bagian imigrasi untuk pengecekan passport.

Sebelum menuju ruang tunggu, seperti biasa The Tensai mengunjungi Cocoa Tress dan Candy Empire untuk membeli berbagai jenis snack dan coklat...yup, The Tensai sangat menyukai coklat...heheheh. Akhirnya setelah puas hunting coklat, The Tensai menuju ruang tunggu dan tak lama kemudian penerbangan menuju Jakarta pun dimulai. Dengan demikian, berakhirlah perjalanan kali ini.

Impression
Bagi The Tensai, perjalanan ini menyadarkan The Tensai bahwa timeline atau rundown sangat penting dalam kondisi perjalanan yang singkat dengan jadwal yang sangat padat. Semakin baik persiapan dilakukan, hasilnya akan lebih baik....

Untuk Singapore, hal pertama yang terlintas di benak The Tensai kali ini masih "Bak Kut Teh".....tapi sayang dalam perjalanan kali ini tidak sempat menikmatinya....next time akan balas dendam.....huauahaahuaua =).

Sunday, 26 January 2014

Sort Review From My Journey Des 2013

Intermezzo
Baluran...sebuah destinasi yang sudah sejak lama ingin saya ~The Tensai~ kunjungi, sebuah tempat yang seringkali disebut Africa Van Java...Nah, mengisi libur Natal dan Tahun Baru kemarin, saya melakukan perjalanan ke Baluran dan sekaligus mengunjungi beberapa tempat lain di Jawa Timur, yaitu Red Island, Tanjung Papuma, Ranu Klakah, dan Ranu Pakis.

The journey start
Untuk persiapan perjalanan kali ini, sudah saya siapkan jauh-jauh hari sebelumnya berbekal informasi yang saya kumpulkan dari internet dan dari beberapa teman saya =). Perjalanan bermula di hari Kamis, tepatnya tanggal 26 Desember 2013. Menempuh jalan darat selama kurang lebih 7 jam (include sarapan) cukup terasa, tetapi rasa penat itu sirna ketika memasuki gerbang Taman Nasional Baluran.

4 days of  "my escape"
Akhirnya penantian lama untuk bisa merasakan aura Baluran berakhir. Ketenangan yang ada di savana akan memberikan sebuah sensasi tersendiri, terutama apabila kita menikmati savana dari watch tower. Tempat yang umum dikunjungi di Baluran adalah Savana Bekol dan Pantai Bama, tetapi sebenarnya banyak area lain dari Baluran yang butuh waktu cukup lama apabila ingin di explore. Sebut saja Sumber Mata Air Kacip yang menurut ranger disana dapat di tempuh kurang lebih 5 jam, juga ada pantai yang disebut-sebut memiliki pemandangan yang indah yaitu Pantai Bilik dan Sijile.

Bagi para penggemar fotografi atau pemerhati flora fauna sepertinya akan betah berlama-lama di Baluran. Agak susah sebenarnya menjabarkan secara detail mengenai Baluran apabila anda tidak mengunjunginya secara langsung, Mungkin foto-foto ini dapat membantu....




Saya berada di Baluran selama 2 hari. Pagi hari di hari ketiga saya menuju destinasi lainnya yaitu Red Island atau Pulau Merah yang sering disebut orang sebagai Kuta nya Banyuwangi. Butuh waktu kurang lebih 4 jam perjalanan darat dari Baluran ke Red Island.

Tidak banyak yang bisa saya sharing tentang Red Island, tapi memang itu adalah salah satu pantai yang indah yang pernah saya kunjungi, bahkan menurut saya lebih baik dari Kuta Bali karena dilengkapi dengan background perbukitan,batu karang besar dan beberapa pulau/bukit kecil serta hamparan pasir yang luas, juga kombinasi warna laut yang menarik.




Setelah selesai mengunjungi Red Island, saya menuju Tanjung Papuma yang menjadi tempat menginap di hari ketiga ini. Hari sudah sore sekitar pukul 6 ketika saya tiba di Papuma. Setelah mengurus penginapan, segera saya makan malam dan beristirahat.

Keesokan harinya saya bangun pagi-pagi untuk mengejar sunrise, dan saya beruntung selama 4 hari ini saya mendapatkan semua sunrise dan sunset =). Sunrise di Papuma cukup menarik, tetapi menurut saya hamparan pasir di Papuma tidak terlalu banyak, bahkan bisa dibilang sangat sedikit sehingga pantai itu terasa sangat ramai. Bagi pecinta kuliner, dapat mencicipi olahan makanan laut khas Papuma yaitu gurita. Selain gurita, ada ikan kerapu karang yang harus dicoba...rasanya sangat enak. 

Oh ya, di Papuma ini saya berhasil mendapatkan foto sunrise yang menarik...


jangan lupa di like ya di 500px.com/lisinhuan....kedepannya beberapa foto perjalanan saya yang menarik akan saya coba sharing disana =)...hehhehe.

Siang hari setelah puas di Papuma, perjalanan pulang menuju Surabaya dimulai. Dalam perjalanan pulang ini, saya mampir sebentar di Ranu Klakah dan Ranu Pakis daerah Probolinggo.

Secara singkat demikian perjalanan liburan kali ini, untuk lengkapnya bisa baca postingan sebelumnya ya sobat-sobat travelzmania.

Impression
Bagi The Tensai, perjalanan ini menyadarkan pentingnya andil kita dalam ikut menjaga keindahan, kelestarian, dan kebersihan alam yang menjadi tujuan wisata agar kedepannya tetap dapat dinikmati oleh penerus-penerus kita.

Tuesday, 14 January 2014

Tanjung Papuma - day 4 [29 Desember 2013]

Ini merupakan hari terakhir dari perjalanan kali ini. Berawal ketika saya bangun di pagi hari sekitar pukul setengah 5 untuk menyaksikan sunrise. Sunrise kali ini juga berhasil didapat karena kondisi cuaca yang mendukung. Adanya gugusan karang-karang, serta satu dua perahu nelayan yang melintas di sekitar karang tersebut menjadi pemandangan yang menarik. Secara keseluruhan, sunrise di Papuma ini cukup menarik.
 

Beberapa saat setelah sunrise, sedikit demi sedikit pengunjung mulai terlihat. Cukup ramai karena selain penginapan, di papuma juga terdapat camping ground. Setelah sunrise, saya memutuskan untuk melanjutkan mengeksplorasi Papuma seorang diri menuju Siti Inggil di area lokasi Papuma, yaitu sebuah gazebo kecil diatas bukit yang cukup tinggi. Dari Siti Inggil, kita dapat menyaksikan view papuma dari atas. 


Hummm...mungkin bila melihat sunrise dari tempat ini akan lebih bagus dibanding dari bibir pantai seperti yang saya lakukan tadi. Dari Siti Inggil, saya memutuskan untuk sedikit mengitari Papuma. Papuma ini dapat di putari hanya dengan berjalan kaki, cocok bagi merka yang suka melakukan jalan pagi. Posisi akhir dari rute memutar ini adalah jalan masuk ke cottage berupa rumah-rumah pohon. Entah disewakan atau tidak karena sepertinya cottage - cottage tersebut jarang di tempati, bahkan ada cottage yang tangganya terlihat rapuh.

Sesaat kemudian setelah meneruskan berjalan sedikit dari cottage, saya tiba di wisma tempat kami menginap. Kemudian setelah semua berkumpul, kami segera menuju ke tempat makan didekat pantai untuk sarapan, dan seperti cerita saya di postingan sebelumnya, di pagi hari tersebut saya memesan gurita tauco...hehhehe.

Gurita Tauco.....woghhhhh, enyakkkkkk =)


Rasa khas dari tauco bercampur pedasnya cabe hijau serta gurita yang telah dipotong kecil - kecil begitu menggugah selera. Selain memesan gurita tauco kami juga memesan ikan kerapu, namun saya lupa jenisnya, yang pasti daging ikan kerapu jenis ini masih kalah enak dibandingkan kerapu karang yang semalam saya makan.

Menuju Ranu Agung
Setelah makan, kami segera bersiap-siap untuk pulang dan setelah selesai packing kami segera melanjutkan perjalanan menuju Probolinggo. Sekitar 40 menit dari probolinggo tepatnya didesa Tiris terdapat sebuah danau yang bernama Ranu Agung, dan Ranu Segaran. Berbekal GPS dari Tab, kami menuju ke desa Tiris, akan tetapi berakhir dengan jalan buntu yang tidak dapat dilalui oleh mobil, yang nampaknya hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki dengan jarak yang sangat jauh. Humm, sepertinya untuk menuju ke Tiris harus melewati jalur dari Probolinggo ke arah Kraksaan. Akhirnya karena kondisi waktu yang kurang pas, diputuskan untuk langsung menuju ke Surabaya. 

Jalur ini yang akhirnya buntu untuk kendaraan roda empat 


Jalur lain - mungkin untuk menuju Ranu Agung harus melewati jalur ini (bagi sahabat-sahabat travelzmania yang mengetahuinya boleh di share ke saya ya....hehhehe)
Tujuan Mendadak, Ranu Klakah dan Ranu Pakis
Dalam perjalanan kembali ke Surabaya, kami memutuskan mengunjungi danau lain selagi kami berada di Probolinggo. Ranu Pakis dan Ranu Klakah adalah nama dari dua danau tersebut, jaraknya pun berdekatan, hanya sekitar 1 km.

Ranu Pakis

Ranu Klakah




Setelah mengambil beberapa foto di danau-danau tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju ke Surabaya. Dan dengan demikian, perjalanan selama 4 hari ini berakhir =)....ada dua tempat yang tidak jadi dikunjungi karena waktu yang mendesak, yaitu GreenBay dan Ranu Agung.
Kedua tempat ini akan saya coba bahas dipostingan berikutnya, semoga....=)

Monday, 13 January 2014

Red Island - day 3 [28 Desember 2013]

Di hari ketiga ini, ada 2 tempat yang dikunjungi yaitu Red Island untuk persinggahan dan Tanjung Papuma untuk tempat menginap. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan sebenarnya di hari ini karena sebagian besar waktu habis dalam perjalanan menuju ke 2 tempat ini. 

Last Day on Baluran
Sekitar pukul 7.30, kami meninggalkan Baluran menuju ke Red Island, dan tentu saja sebelum berangkat saya kembali berkeliling sebentar untuk mengambil foto-foto flora dan fauna disana. Well, pagi ini saya cukup beruntung, dari kejauhan saya melihat sesuatu bergerak di savana, segera saya menggunakan kamera tele untuk memantau, dan yang saya lihat adalah seekor merak =). Segera saya bergegas menyusuri jalan yang ada untuk mendekat ke spot merak tersebut. Tapi sekali lagi, sebelum sempat mendekati merak tersebut, merak tersebut berlari masuk kedalam hutan, ternyata selain dapat terbang, kecepatan lari burung merak juga mengagumkan. Akhirnya setelah saya sampai di area perlintasan merak tersebut, saya mengisi waktu dengan mencoba mengambil foto burung-burung lain sambil mencari-cari hewan lainnya. 


Tidak butuh waktu lama bagi merak tersebut untuk berlari masuk kedalam hutan

Singkat kata pagi itu menjadi pengalaman seru =), ada beberapa foto yang saya dapatkan sebelum akhirnya kami meninggalkan Baluran. Oh iya, dalam perjalanan keluar dari Baluran pun ketika melewati Evergreeen Forest, ternyata cukup banyak spesies burung yang terlihat, bahkan saya berjumpa merak yang sedang hinggap di atas pohon, another "wow" moment untuk saya. Mungkin ada sedikit adrenalin yang bergejolak setiap menjumpai hewan-hewan baru dan berusaha memotretnya.

Beberapa Foto Flora dan Fauna Baluran - all photos by me











Menuju Red Island
Perjalanan berlanjut menuju Red Island. Untuk menuju kesana, kita dapat melalui Banyuwangi kemudian meneruskan ke arah Jajag dan ke arah Pantai Sukamade (Sukamade adalah pantai di Taman Nasional Meru Betiri, salah satu tujuan yang ingin saya datangi apabila ada kesempatan). Petunjuk jalan menuju Red island juga sangat jelas, sehingga mudah untuk mencapainya.

Dalam perjalanan menuju Red Island, kita akan melihat pemandangan yang menarik misalnya sungai kecil yang melintas panjang, kemudian area persawahan dengan latar belakang pegunungan, bahkan ada satu area dimana terdapat semacam kebun bougenville mungkin, indah...tapi biarlah itu terekam di memori, saya tidak mengabadikannya dalam foto.

Sekitar pukul setengah 1 siang kalau tidak salah ingat, kami tiba di Red Island setelah sempat singgah di Watu Dodol untuk makan pagi. Perjalanan ke Red Island sendiri memakan waktu sekitar 4 jam apabila tidak singgah ke tempat lain. 

Red Island (Kuta nya Banyuwangi)
Red Island Kuta nya Banyuwangi, banyak orang yang berkata demikian, tapi untuk The Tensai, bahkan Red Island jauh lebih baik dari Kuta Bali. Pantai dengan hamparan pasir yang luas dengan background perbukitan, dan kombinasi warna laut dari biru gelap sampai hijau tosca yang agak gelap, juga kombinasi batu karang besar dan beberapa pulau/bukit kecil.

Nice Background from left side of the Red Island
Formasi batu karang dan beberapa pulau/bukit kecil - diambil menggunakan kamera tele


Kombinasi warna air laut yang menarik
Ada beberapa versi yang mengatakan kenapa disebut Red Island/Pulau Merah, ada yang mengatakan karena bukit yang dekat dengan pantai ini berubah warna menjadi kemerah-merahan (entah apakah maksudnya ketika terkena sunset atau bukan), ada pula yang mengatakan karena tanahnya berwarna merah, mungkin yang dimaksud adalah tanah dibukit yang berada dekat dengan pantai, bukit ini dapat di datangi apabila air laut sedang surut. Entahlah, atau mungkin karena kondisi sunset yang menyebabkan sekitar pantai menjadi berwarna kemerah-merahan. 

Bukit terdekat dengan pantai
Bukit terdekat dengan pantai - diambil dari jarak dekat

Sampai saya menuliskan ini, saya masih tidak tahu alasan pastinya mengapa disebut Pulau Merah. Mungkin karena saya hanya singgah sebentar saja disana dan tidak menunggu sunset untuk melihat apa yang terjadi. Hal ini karena masih ada tujuan berikutnya, yaitu Tanjung Papuma tempat kami menginap yang berjarak kurang lebih 4 jam perjalanan darat dari Red Island. 

Sampah di Red Island
Tapi ada satu kekurangan dari Red Island, sangat disayangkan dibeberapa tempat, sampah berserakan. Memang sudah menjadi kebiasaan sepertinya bagi orang Indonesia untuk membuang sampah sembarangan.....Wake Up !!! jaga kebersihan guys, apabila kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin lama kelamaan pesonanya memudar, sama seperti Kuta Bali beberapa tahun yang lalu. Sekali lagi, sangat di sayangkan !!!

 

Sampah-sampah yang berserakan di beberapa spot Red Island

Go to Papuma
Humm, singkatnya setelah terpesona dengan keindahan Red Island sekaligus miris dengan beberapa spot yang terdapat sampah, perjalanan dilanjutkan ke Papuma untuk beristirahat. Nah, dekat dalam perjalan menuju Papuma kita akan melewati hutan jati yang sepertinya memang disiapkan untuk diolah. Kebetulan waktu itu sudah menunjukan sekitar pukul setengah 6 sore, langit memerah dan sekali lagi....saya mendapatkan "wow" moment, kombinasi background gunung yang megah dipadu dengan hamparan hutan jati yang mengering dan langit yang bergradasi terpapar di depan mata. Namun kondisi itu hanya terekam di memori saya =) heheheh, karena kami benar-benar mengejar waktu untuk segera sampai di Papuma , dan lagi waktu itu jalanan cukup ramai sehingga apabila berhenti untuk memotretnya mungkin akan mengganggu kendaraan lain yang melewati jalur tersebut.

Beberapa saat kemudian kami tiba di Papuma dan langsung menuju ke penginapan yang telah di booking, berlanjut dengan mandi dan beristirahat sebentar kemudian makan malam. Untuk masalah makanan tidak perlu bingung, karena di Papuma banyak terdapat tempat makan yang menjual ikan bakar dan hasil laut disana, saya sendiri mencoba sate gurita disana.

Sate Gurita


Cukup nikmat, hanya saja dagingnya lebih kenyal dibanding cumi-cumi. Selain itu, yang dipesan adalah ikan laut, klo tidak salah ingat adalah bawal dan ikan kerapu karang, untuk teman-teman travelzmania, ikan kerapu karang harus di coba..dagingnya enak banget, selain itu harus mencoba masakan gurita yang lain (keesokan harinya saya memesan ini), penjual disana sih menyebutnya gurita masak asam manis, tapi sebenarnya itu adalah gurita tauco. Tapi seperti kata pepatah "apalah arti sebuah nama" hehheheh, yang penting rasanya.....enyakkkkkkkk =).

Yah, itulah akhir hari ketiga sebelum beristirahat dan tidur.