Bira Island, Kepulauan Seribu

View from Bira's Harbour

China

Great Wall of China, so freaking amazing

Lembang, Bandung

Sunrise at lembang, seems like rainbow sky

Mt. Bromo, Pasuruan

Bromo's child mount

Mt. Bromo, Pasuruan

Sunrise at Bromo, so freaking cold there

GWK, Bali

Head of the Great Brahma

Saturday, 13 September 2014

Lembang - Day 2 [7 September 2014]

Tujuan hari ini adalah Gunung Tangkuban Perahu, Sebuah gunung yang cukup terkenal hingga ke dunia internasional, terlihat dari banyaknya wisatawan asing yang berkunjung kesana, khususnya dari Asia.

Kawah Ratu - Tangkuban Perahu


Gunung Tangkuban Perahu juga dikenal karena legenda yang menyertainya yaitu legenda Sangkuriang, berikut cerita singkat dari legenda tersebut (diambil dari wikipedia) :

"Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu."

Gunung Tangkuban Perahu
Ada beberapa kawah di Gunung Tangkuban Perahu, tetapi yang terkenal adalah Kawah Domas dan Kawah Ratu. Pada kesempatan ini pun, The Tensai hanya mengunjungi Kawah Ratu.

Kawah Ratu - Tangkuban Perahu
Kawah Ratu - Tangkuban Perahu
Disekitar Kawah Ratu, kita dapat menemukan berbagai penjual makanan maupun souvenir, serta barang kerajinan tangan disepanjang jalan. Kawah Ratu ini membentang luas, sehingga bila kita ingin mengelilinginya akan membutuhkan waktu yang lama.

 

Bagi penikmat wisata gunung, tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan, menikmati makanan / camilan yang bisa dibeli di sekitar kawah sambil menikmati udara yang sejuk dan menikmati ketenangan dengan melihat view Kawah Ratu yang terbentang luas...cukup eksotis klo menurut The Tensai.
Disekitar tempat ini, banyak terdapat warung - warung bagi wisatawan yang ingin bersantap

Para Wisatawan menikmati keeksotisan Kawah Ratu




Nih, The Tensai kasih bonus....link foto Kawah Ratu.....hehehhe, ni foto The Tensai upload di 500px.com.......silakan di cek ya sobat travelzmania =).......judulnya A Piece of Sangkuriang Folklore

Mang Engking
Setelah keluar dari Tangkuban Perahu, kami memutuskan untuk makan di Mang Engking sambil bersantai sebentar disana sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta. Klo menurut The Tensai sih, makanannya ga enak ya, mahal dan ga enak, viewnya juga ga terlalu ok klo menurut The Tensai, tapi banyak orang yang suka dengan view Mang Engking. Hummmm....klo menurut The Tensai sih, nyantai di Kampung Daun better than Mang Engking..just my opinion...

View dari tempat duduk The Tensai di Mang Engking Lembang
View dari tempat duduk The Tensai di Mang Engking Lembang
View dari tempat duduk The Tensai di Mang Engking Lembang
Go Home 
Dalam perjalanan kali ini kami memutuskan untuk tidak ke Bandung untuk membeli oleh-oleh karena jalanan macet ketika kami pulang. Sebagai gantinya, kami memutuskan membeli oleh - oleh di Rest Area KM97. Dari sana kami melanjutkan perjalanan menuju daerah Kalimati di Jakarta untuk makan seafood =) sebelum kami berpisah...

Friday, 12 September 2014

Lembang - Day 1 [6 September 2014]

Hi guys =), kali ini The Tensai melakukan trip singkat ke Lembang, Bandung..2D1N, tepatnya pada tanggal 6 & 7 September kemarin. Perjalanan ini dimulai dari Serpong, menuju ke Jakarta untuk bertemu teman - teman, kemudian dilanjutkan ke Bandung.

Secara garis besar, itinerary kami :
Day 1 » Pom Tahu Lembang - Makan Siang - Floating Market - Gracia Spa - Makan Malam
Day 2 » Tangkuban Perahu - Makan Siang - Beli Oleh - oleh di Rest Area KM 97 - Makan Malam

Day 1 - The Departure
Perjalanan menuju Bandung ini ditempuh dalam waktu 2 jam 40 menit, lumayan ga kena macet =)...pukul 09.00 pagi kami mulai berangkat dari Jakarta menuju Bandung, masuk bandung sekitar pukul 11.40. Setelah diskusi sebentar, kami akhirnya memutuskan langsung menuju ke Lembang.

Pom Tahu Lembang
Inilah tujuan pertama kami. Area ini adalah semacam pujasera yang menyediakan berbagai makanan berbasis tahu, ada pula minuman seperti sari kedelai dan susu tahu goreng. The Tensai sendiri ikut mencoba susu tahu goreng, rada bingung kok rasanya sama aja dengan susu kedelai ya....hummm.

Pom Tahu Lembang


Selain hal itu, yang menjadi keunikan lain disini yaitu pengunjung dapat melihat proses pembuatan tahu secara langsung. Area pembuatan tahu ini berada tepat disamping area pujasera.

Area Makan - disebelah nya ada area produksi tahu


Floating Market
Perhentian selanjutya adalah floating market yang berada di dekat pasar tempat kami makan siang. Disini pengunjung dapat menukarkan karcis dengan minuman yang ada disana. Secara keseluruhan, Floating Market Lembang ini cukup menarik. Disini juga dapat kita temukan penjual barang kerajinan/souvenir.

Danau di Floating Market Lembang


Di area depan kita dapat bersantai sambil menikmati danau....
Lebih kedalam lagi, kita dapat menemukan banyak penjual makanan yang berjualan diatas perahu. Beragam jenis makanan ada disini sehingga kita tidak akan bosan, dilengkapi juga dengan meja - meja dan kursi untuk duduk santai sambil menikmati makanan-makanan tersebut.

Penjual makanan  yang menjajakan dagangannya di atas perahu



Nah, sebelum menuju ke area ini, ada area kecil bagi pengunjung yang ingin melihat angsa...

Kandang Angsa di Floating Market Lembang

Ada beberapa area yang berada setelah pasar terapung  tadi, hummm....langsung aja ya....ada area bagi anak-anak yang ingin memberi makan binatang dan bermain flying fox, ada juga area mancing belut

Flying Fox
Mancing Belut
Nah sebelum memasuki area-area ini, didepan area tersebut ada penjual makanan yang banyak menarik perhatian wisatawan asing, yaitu rujak...stall atau tempatnya nya pun juga menarik....

Bule yang tertarik dengan rujak
Wisatawan Asing yang tertarik dengan rujak
Disebelah penjual rujak ini, kita dapat melanjutkan berjalan kaki mengitari danau untuk sampai kembali ke pintu masuk Floating Market Lembang ini.....sebelumnya kita akan melewati air mancur yang cukup bagus.

Air Mancur di Floating Market Lembang


Gracia Spa
Setelah puas di floating market, tujuan berikutnya adalah Gracia Spa. Yup...tidak lengkap rasanya bila kita tidak berendam air panas di Lembang. Untuk menuju ke Gracia Spa, cukup mengikuti arah jalan menuju Tangkuban Perahu. Gracia Spa berada tidak terlalu jauh dari Tangkuban Perahu.

Sebelum sampai di area Gracia Spa, kita akan melewati kebun teh terlebih dahulu. Dengan udara yang sejuk dan pemandangan kebun teh yang serba hijau, akan sangat memanjakan mata.


Setibanya di Gracia, kami memutuskan melihat sebentar air terjun mini yang berada di dalam kawasan Gracia ini....sayangnya ketika menuju ke air terjun tersebut, The Tensai mendapati bahwa area sekitar air terjun mini ini kurang terawat, banyak daun-daun yang berserakan.

Air Terjun mini di Gracia Spa
Air Terjun mini di Gracia Spa

Oh ya, sebenarnya ada juga air terjun di sekitar kebun teh tadi, hanya saja kami tidak mampir melihatnya.

Setelah melihat-lihat sebentar air terjun mini tersebut, kami menuju kolam untuk berendam. Tiket masuk untuk berendam disini adalah 55000 untuk dewasa, total ada 3 kolam untuk dewasa dan 1 kolam untuk anak-anak disini.
Area Dalam Kolam Rendam
Enak juga, menghabiskan malam minggu dengan berendam beratapkan langit dan menikmati udara sejuk. The Tensai sendiri berendam dari jam 5 sore sampai jam 8 malam...sampai tangan keriput dan muka perih, mungkin gara-gara terlalu lama kena belerang ya....ahahhahaha.

Salah satu kolam rendam di Gracia Spa
Setelah puas berendam, kami memutuskan untuk mencari makan malam sebelum kembali ke hotel unuk beristirahat. Nah, di dekat depot tempat kami makan, kebetulan ada penjual ketan bakar, makanan khas Lembang yang memang dari awal sudah menjadi target The Tensai untuk dicicipi...hehehhe.....ternyata enak juga...bumbu nya pas ditambah dengan sedikit serundeng =).....  

» Day 2, baca next post ya guys....lagi dibikin soalnya =)

Monday, 18 August 2014

Sejejak Langkah di Kemegahan Kelud

Intermezzo
Kelud......gunung ini mendadak terkenal sampai di dunia internasional setelah meletus dengan efek yang dashyat di bulan Febuari 2014. Hujan abu pun menyebar ke beberapa daerah sampai ke Nusa Tenggara Barat, dan beberapa bandarapun terpaksa ditutup karena hujan abu tersebut.

Nah, lebaran 2014 kemarin, tepatnya pada 29 Juli, saya (The Tensai) berkesempatan mengunjungi Gunung Kelud ini. Rasa penasaran berkecamuk ingin melihat Gunung yang telah Go Internasional ini akibat letusannya beberapa bulan silam...Perjalanan menuju ke Kelud ditempuh sekitar 5,5 jam melewati rute Surabaya - Mojokerto - Pare - Wates. Sekitar pukul setengah 5 sore, saya akhirnya tiba disana.

Mysterious Road
Ada satu area yang cukup menarik sebelum kita tiba di area parkir, yaitu suatu area yang bernama "Mysterious Road".


Disini kita dapat merasakan dan menyaksikan fenomana dimana apabila mobil di nyalakan dengan kondisi persneling netral, maka akan bergerak maju sendiri sekalipun jalannya sedikit menanjak karena adanya medan magnetik.



Kelud Aftermath
Tidak jauh dari Mysterious Road tersebut, kita dapat menyaksikan kemegahan Gunung Kelud ini setelah erupsi...terlihat sangat megah.




Terowongan masuk masih tertutup pasir dan belum digali lagi ketika saya tiba disana, menunggu status normal dan ijin dari pusat/pemerintah untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat letusan Febuari kemarin.

Disamping jalan ketika sore matahari mulai tenggelam, terlihat indah juga........

Back to Surabaya
Setelah cukup lama menyaksikan kemegahan Gunung Kelud, saya memutuskan kembali ke Surabaya.....Sebelumnya saya mampir sebentar ke Museum Gunung Kelud yang berada di dekat area masuk Gunung Kelud.

Disini pengunjung dapat menyaksikan bioskop dokumenter tentang Gunung Kelud.

Selesai dari mengunjungi museum ini, perjalanan dilanjutkan ke Surabaya...yup, perjalanan kali ini berakhir...sebuah perjalanan yang sangat menarik, menyaksikan kemegahan Kelud setelah erupsi.....

Impression
Bagi saya perjalanan ini akan selalu membekas dalam benak saya karena ini pertama kalinya saya menyaksikan langsung kemegahan sebuah gunung yang baru saja meletus...megah dengan tanahnya yang masih gundul 

Monday, 2 June 2014

Pulau Pari (17-18 Mei 2014)

Intermezzo
Hi sobat travelzmania, kali ini The Tensai akan menceritakan tentang perjalanan pada tanggal 17-18 Mei 2014. Perjalanan singkat ke Pulau Pari, salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang memiliki pantai yang cukup indah. Lumayan juga, liburan singkat untuk me-refresh pikiran yang sudah sumpek karena berbagai macam hal @_@....hehehheh.

Total Rombongan The Tensai dan teman-teman kali ini berjumlah 11 orang =), mayan banyak.....akhirnya The Tensai mendapatkan team yang asik di Jakarta untuk traveling. Dikampung halaman di Surabaya ada juga team The Tourist, dimana jenderalnya adalah Farid A.K.A KoanK. Indahnya hidup =)

The Journey Start
Nah, di pagi hari ini (17 Mei) demi menuju Pulau Pari, The Tensai rela untuk bangun pukul 4 pagi, hehehhee.....Perjalanan dimulai dari Karawaci menuju Pelabuhan Muara Angke. Oh ya, untuk menuju Kepulaun Seribu kita bisa melalui Muara Angke atau Ancol, sebenarnya bisa juga melalui Tangerang (ada teman yang tahu n ngerti caranya, hehehe).

Sebelum sampai di Muara Angke, The Tensai sarapan bubur ayam dulu di Muara Karang, rasa so so, tapi mayan buat ngganjal perut. Sekitar pukul 6.45 akhirnya tiba di Muara Angke dan langsung bertemu dengan rombongan, sesaat kemudian kami naik ke kapal dan dimulailah perjalanan menuju Pulau Pari.

Tiba di Pulau Pari
Akhirnya......setelah 2 jam lebih berada di kapal, kami tiba di Pulau Pari. Hummm, kesan pertama begitu tiba di pulau ini adalah "ni tempat jelek, ga worthed"...terlalu rame klo dibandingkan dengan Pulau Bira. Tapi kesan itu berubah ketika keesokan harinya The Tensai mengunjungi Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari. The Tensai tersadar, bahwa setiap destinasi memiliki keunikan tersendiri =)...hehhehe
View dari dermaga Pulau Pari




Pulau Pari Day 1
Setibanya di Pulau Pari, kami segera menghubungi pemandu kami dan menuju wisma untuk menaruh barang dan makan siang serta berkeliling sebentar sebelum bersnorkling.

Area pantai di LIPI
Sambil menunggu waktu snorkling tiba, kami bersepeda menuju ke area penelitian biota laut. Sepeda merupakan alat transportasi utama bagi para pengunjung pulau ini. Pengunjung dapat menyewa sepeda untuk berkeliling pulau dan menuju ketempat-tempat yang ada di pulau ini. Jarak dari wisma kami menuju ke area penelitian LIPI ini cukup dekat bila ditempuh dengan sepeda.
Persiapan menuju  area LIPI
On the way ke LIPI - menunggu teman yang rantai sepedanya lepas
Cukup ramai pengunjung disana ketika The Tensai n friends tiba.
Suasana Pantai di area LIPI
Bintang Laut di area LIPI
Ngeksis dulu sekalian gangguin teman - Dibelakang kami bisa terlihat cukup banyak pengunjung.
Snorkling Bintang Rama
Setelah mengunjungi area penelitian, kami kembali ke wisma dan segera bersiap untuk snorkling. Ada beberapa spot snorkling, yang kami tuju pada kesempatan ini adalah Bintang Rama. 
View dalam perjalanan ke spot snorkling

View dalam perjalanan ke spot snorkling

Secara keseluruhan spot snorkling disini cukup menarik bila saya bandingkan dengan Tanjung Benoa Bali, ikan-ikan disini pun cukup besar dan cukup banyak.
Spot Snorkling Bintang Rama
Selain bersnorkling, kami juga asik berfoto underwater dispot ini. Berikut foto Aldo A.K.A The Tensai yang sedang beraksi =).....hohohohohoh






Pulau Tikus

Tidak jauh dari tempat snorkling kami, ada sebuah pulau yang kami singgahi, yaitu Pulau Tikus. Nah, untuk menuju ke pulau ini, kita harus berhati-hati ketika turun dari kapal dan berjalan menuju kesana karena ada bulu babi yang nongkrong di sekitar rumput laut, jadi sebisa mungkin berjalanlah di pasir atau area terang supaya bisa terlihat dan mengurangi resiko tertusuk bulu babi.
View dari Pulau Tikus



Pulau Tikus


Pulau ini adalah sebuah pulau kecil dimana pada bagian sisi pulau cukup asik untuk bermain disana, dan disisi lain terdapat spot foto yang menarik dengan gradasi air laut yang terhampar luas.

Nice view dari salah satu sisi  pulau
The Tensai enjoying the moment







Banana Boat
Menjelang sore, The Tensai dan rombongan kembali menuju ke Pulau Pari untuk bermain banana boat dan beristirahat. Banana boat kali ini free, bonus dari travel yang kami pakai....berhubung ada yang tidak berani dan ingin langsung istirahat, The Tensai dapat kesempatan double main ni banana boat...hehehe...

BBQ
Setelah stamina memudar (baca :capek) habis jalan seharian, The Tensai and friends mengambil waktu bersih-bersih badan dan bersantai disekitar wisma, menikmati suasana Pulau Pari dan ngobrol-ngobrol bareng sambil menunggu makan malam tiba. Tidak berapa lama setelah makan malam, sambil menunggu waktu untuk BBQ, kami kembali bersantai sambil ngobrol-ngobrol dan menyiapkan BBQ tambahan yang bahannya sudah kami bawa...sosis, aneka bakso, bawang bombay, dan paprika, serta tusuk sate =).
Bahan BBQ

Bahan BBQ yg blum di tusuk



Beberapa saat setelah BBQ siap di panggang, guide kami datang dan mengambilnya. The Tensai dan beberapa teman ikut keluar untuk melihat prosesnya, tetapi karena angin disini kencang dan dingin, The Tensai kembali masuk ke wisma, buat teman-teman yang ingin jalan-jalan malam hari di Pulau Pari sebaiknya bawa jaket yahhh, jaga-jaga klo anginnya lagi sadis....


Pulau Pari Day 2
Pantai Pasir Perawan
Di pagi hari ini, kami bersepeda mengunjungi Pantai Pasir Perawan. Pantai inilah yang menjadi tujuan orang ke Pulau Pari, sebuah pantai yang bagus dan tenang. Untuk masuk ke pantai ini, dikenakan biaya Rp 3.500,- untuk biaya kebersihan dan perawatan. Agak susah di jelaskan tentang keindahan pantai ini, better liat foto-foto berikut ini supaya ada gambaran












Disini kita bisa bermain air sambil nyemplung ke laut, main cano, naik perahu, atau sekedar duduk-duduk menikmati suasana.
Kita dapat menikmati suasana dengan naik perahu disini

Tidak jauh dari bibir pantai, ada juga warung-warung yang menjual kelapa dan makanan.

Beberapa warung sederhana di Pantai Pasir Perawan



Sarapan dan Packing
Menjelang waktu sarapan, kami kembali ke wisma untuk mengisi perut sambil mulai bersiap-siap untuk pulang. Sambil menunggu waktu keberangkatan dan menunggu beberapa teman selesai packing, The Tensai dan beberapa teman lainnya kembali lagi keluyuran untuk mencari kelapa muda. Oh iya, di Pulau Pari ini banyak penjual makanan, siomay, bakso, otak-otak, gorengan...jadi buat sobat-sobat travelzmania yang hobi makan or gampang laper jangan kuatir....banyak pilihan dan harganya terjangkau...bakso dan siomay Rp 10.000,- per porsi, otak-otak Rp 2.500,- (klo ga salah inget), gorengan Rp 1.000,- per biji....

Dalam usaha mencari kelapa, The Tensai dan beberapa teman singgah di Pantai Kresek yang berada di pinggir jalan menuju area penelitian LIPI -dinamakan Pantai Kresek karena disekitarnya banyak terdapat pohon kresek-. Berhubung kelapanya lagi kosong, akhirnya kami hanya duduk-duduk sambil ngobrol di tempat tersebut.

Duduk santai di Pantai Kresek



Back to jkt
Setelah semua akhirnya selesai packing, The Tensai dan rombongan menuju ke kapal untuk memilih tempat duduk, setengah jam kemudian, perjalanan kembali ke sumpeknya perkotaan dimulai...malasnyooooo......pengen lebih lama disini.......Sekitar pukul setengah 3 siang akhirnya The Tensai dan rombongan tiba di Jakarta. Oh iya, penting juga untuk membawa obat-obatan...karena salah satu teman The Tensai keracunan udang, dan semakin menjadi-jadi dalam perjalanan pulang...singkatnya sampai dehidrasi dan harus masuk ke rumah sakit 2 hari.

Impression
Bagi The teTensai, perjalanan ini menyadarkan ntang perlunya kita sebagai manusia untuk melakukan interaksi real dengan orang lain...berbagi momen-momen bersama =), bener juga video Look Up yang sempat booming beberapa waktu lalu...

 

Selain itu, perjalanan kali ini juga menyadarkan bahwa setiap destinasi memiliki keunikan masing-masing.

Untuk Pulau Pari, yang berkesan adalah Pantai Pasir Perawan yang indah dan tenang....serta serunya bersepeda bersama teman-teman =)